kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Infeksi virus corona tanpa gejala, berikut 5 hal yang perlu Anda ketahui


Jumat, 27 Maret 2020 / 03:00 WIB
Infeksi virus corona tanpa gejala, berikut 5 hal yang perlu Anda ketahui

Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Beragam penelitian telah para ilmuan di dunia lakukan untuk menggali semua informasi tentang virus corona. Objek kajiannya pun beragam, dari sumber, sifat, cara penyebaran, gejala, hingga vaksin virus corona jenis baru penyebab Covid-19. 

Salah satu faktor yang memengaruhi kecepatan penyebaran virus corona adalah banyak pasien yang tak menunjukkan gejala. Sehingga, mereka tak sadar jika telah membawa virus mematikan tersebut.

Berikut sejumlah hal yang perlu Anda ketahui soal infeksi virus corona tanpa gejala: 

Risiko transmisi 

Sejauh ini, infeksi virus corona tanpa gejala telah ditemukan di banyak negara. Terbaru, sejumlah atlet dunia yang dinyatakan positif Covid-19 mengakui hal itu. 

Para ahli masih mencoba untuk mencari tahu, sejauh mana orang-orang yang terinfeksi dalam kategori ini berkontribusi dalam penyebaran virus corona. 

Baca Juga: Ini periode saat pasien corona paling menulari virus ke orang lain

SCMP melaporkan, sepertiga dari pasien positif virus corona di China baru menunjukkan gejala setelah terkonfirmasi positif. Sebelumnya, mereka tidak merasakan gejala sama sekali. 

Kasus asimptomik atau tanpa gejala ditemukan di antara orang-orang yang telah melakukan kontak dekat dengan pasien positif, klaster, dan melalui pelacakan kontak.

Beberapa ahli memperingatkan, pasien tanpa gejala bisa membuat rute transmisi baru setelah penguncian kota dicabut. 

"Ini memprihatinkan, mengingat banyak negara belum menerapkan tingkat pengujian komunitas yang cukup luas," kata Adam Kamradt-Scott, spesialis kesehatan masyarakat di University of Sydney, seperti dilansir Reuters

Tak menunjukkan gejala selama perawatan 

Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Korea Selatan Jung Eun-Kyeong mengatakan, sekitar 20% dari pasien positif virus corona di negeri ginseng tidak menunjukkan gejala sama sekali selama menjalani perawatan di rumahsakit. 

Baca Juga: Ingat! Orang berusia muda juga punya risiko fatal akibat virus corona

Melansir Bloomberg, di Islandia, menurut Kepala Ahli Epidemiologi Thorolfur Gudnason, separuh dari jumlah pasien positif tidak memiliki gejala. 

Satu analisis dari wabah kapal pesiar Diamond Princess menunjukkan, 33 dari 104 penumpang yang terinfeksi tetap tanpa gejala bahkan setelah rata-rata 10 hari pengamatan di rumahsakit. 




TERBARU

Close [X]
×