kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini periode saat pasien corona paling menulari virus ke orang lain


Rabu, 25 Maret 2020 / 04:00 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Sejak kasus virus corona baru yang pertama kali terkonfirmasi di Singapura pada 23 Januari, para pakar kesehatan "belajar banyak" tentang Covid-29 termasuk periode penularan orang yang terinfeksi.

Dr Wong Chen Seong, konsultan di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID), Singapura, mengatakan, pekan pertama adalah ketika tingkat virus “berada pada titik tertinggi” dalam sekresi pernapasan orang yang terinfeksi.

"Ini berarti, sekresi dari hidung dan mulut dihasilkan ketika orang batuk, berbicara, atau bersin," kata Wong kepada Channelnewsasia.com. "Setelah itu, tingkat virus turun pada pekan kedua, yang menunjukkan pasien paling menular pada minggu pertama".

Baca Juga: Seluk-beluk virus corona, mulai ciri-ciri, bentuk, hingga penyebarannya

Itulah sebabnya, Wong menegaskan, pesan dari pihak berwenang adalah jika Anda memiliki gejala virus corona, segera meminta bantuan medis ke layanan kesehatan atau rumahsakit terdekat.

“Jika Anda mendapat pemberitahuan tinggal di rumah atau diminta untuk tinggal di rumah dengan sertifikat medis, tinggal saja di rumah. Hindari kontak dengan orang yang tidak perlu," ujar Wong.

Apakah pasien di Singapura mengalami kehilangan indera penciuman atawa anosmia, mengingat para ahli kesehatan Inggris menandai ini sebagai gejala lain orang terinfeksi virus corona?

Baca Juga: Gejala baru terjangkit virus corona: Mendadak tak bisa mencium bau




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×