Kesehatan Umum

Hindari 7 makanan ini agar Anda tetap awet muda

Sabtu, 12 September 2020 | 14:35 WIB Sumber: Kompas.com
Hindari 7 makanan ini agar Anda tetap awet muda

KONTAN.CO.ID - Memiliki wajah awet muda adalah dambaan banyak orang. Ya, tak banyak orang yang ingin terlihat tua meskipun usia bertambah.

Namun, tak hanya usia yang mempengaruhi kesehatan kulit Anda. Apa yang Anda makan ternyata juga punya pengaruh besar untuk menciptakan keriput di wajah.

"Makanan berkualitas rendah, seperti lemak trans, menyebabkan peradangan. Dan penuaan pada dasarnya adalah kondisi peradangan kronis," kata Timothy Harlan, dokter sekaligua asisten profesor di Fakultas Kedokteran Tulane University dikutip dari Web MD.

Melansir pada artikel yang sama, makan terlalu banyak gula dan karbohidrat olahan seperti pasta atau roti dapat menyebabkan kerusakan kolagen kulit.

Baca Juga: Cara merawat warna rambut supaya awet

Padahal, kolagen merupakan senyawa yang membuat kulit kenyal dan melawan kerutan. Untuk itu, ada beberapa makanan yang sebaiknya Anda hindari jika tidak ingin segera terlihat tua. Apa saja?

1. Kentang goreng

Kentang goreng adalah camilan yang disukai banyak orang. Tapi, merangkum dari Healthline, makanan yang digoreng dengan minyak bersuhu tinggi seperti kentang goreng dapat melepaskan radikal bebas.

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan sel pada kulit. Paparan radikal bebas mempercepat proses penuaan dan mempengaruhi molekul DNA dan melemahkan elastisitas kulit.

Selain itu, kentang goreng mengandung tinggi garam. Ini dapat membuat kulit dehidrasi dan lebih rentan terhadap kerutan.

Baca Juga: Amazing! Ini manfaat infused water lemon dan jeruk nipis untuk kesehatan

2. Daging olahan

Sesekali mengonsumsi daging olahan seperti hot dog atau pepperoni memang boleh dilakukan. Tapi, sebaiknya jangan sering dilakukan. Pasalnya, daging olahan dapat berbahaya bagi kulit.

Daging olahan biasanya tinggi natrium, lemak jenuh, dan sulfit. Kandungan-kandungan tersebut dapat membuat kulit dehidrasi dan melemahkan kolagen.

3. Daging berlemak

Seperti namanya, daging berlemak memiliki kadar lemak tinggi. Sayangnya, jenis daging ini biasanya lebih banyak menyimpan lemak jenuh. Lemak jenuh sendiri buruk bagi kulit karena dapat menyebabkan peradangan.

4. Margarin

Sebuah penelitian menunjukkan, orang yang tidak mengonsumsi margarin lebih terhindar dari kerusakan kulit dan kerutan dibanding yang melakukannya.

Ini mungkin berhubungan dengan fakte bahwa margarin memiliki kadar minyak terhidrogenasi parsial yang tinggi.

Asam lemak trans ini dapat membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi ultraviolet yang dapat merusak kolagen dan elastisitas kulit.

Baca Juga: Kesalahan saat mengenakan make up yang perlu dihindari

5. Makanan manis dan gula

Gula adalah salah satu biang kerok terkenal dalam masalah kulit seperti jerawat. Kabar buruknya lagi, gula berkontribusi dalam pembentukan produk akhir glikasi lanjutan (AGEs) yang merusak kolagen.

Saat kadar gula dalam tubuh meningkat, proses AGEs juga distimulasi. Bahkan, kondisi yang menyebabkan penuaan ini terjadi lebih cepat dibanding saat kulit terpapar matahari.

Jadi, ada baiknya Anda mengurangi konsumsi gula maupun makanan manis.

6. Soda dan kopi

Soda dan kopi secara tidak langsung juga dapat mempercepat penuaan. Cara keduanya adalah dengan memperburuk kualitas tidur Anda.

Kualitas tidur yang buruk sendiri telah banyak dikaitkan dengan tanda- tanda penuaan seperti lingkar hitam mata, keriput, dan garis-garis halus.

7. Alkohol

Konsumsi alkohol sejak lama telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, tak terkecuali kesehatan kulit.

Pada kulit, alkohol dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, hilangnya kolagen, hingga kerutan.

Itu karena alkohol dapat menghabiskan nutrisi, hidrasi, dan kadar vitamin A pada kulit. Kabar buruknya, hal tersebut dapat berdampak langsung pada kerutan. (Resa Eka Ayu Sartika)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Makanan yang Perlu Dihindari Agar Awet Muda"

 

Selanjutnya: Seks bikin lebih cantik dan bugar

 

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Noverius Laoli
Terbaru