kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.854   -36,00   -0,20%
  • IDX 6.336   34,64   0,55%
  • KOMPAS100 829   6,27   0,76%
  • LQ45 632   4,63   0,74%
  • ISSI 219   1,85   0,85%
  • IDX30 353   2,23   0,63%
  • IDXHIDIV20 429   1,48   0,35%
  • IDX80 95   0,70   0,74%
  • IDXV30 118   0,89   0,76%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Hati-hati jamur hitam! Ini gejala, penyebab, dan cara mencegahnya


Rabu, 28 Juli 2021 / 06:25 WIB
ILUSTRASI. Salah satu ancaman penyakit lain yang perlu diwaspadai masyarakat di tengah pandemik Covid-19 adalah jamur hitam. REUTERS/Pavel Mikheyev


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Tetapi, seseorang lebih mungkin mengalami infeksi jamur hitam jika memiliki sistem kekebalan yang lemah karena obat yang dikonsumsi atau memiliki kondisi kesehatan seperti: 

  • Diabetes, terutama bila tidak terkontrol 
  • HIV atau AIDS 
  • Kanker 
  • Transplantasi organ 
  • Transplantasi sel induk 
  • Neutropenia (jumlah sel darah putih rendah)
  • Penggunaan steroid jangka panjang 
  • Penggunaan narkoba suntik 
  • Tingginya kadar zat besi dalam tubuh (hemokromatosis) 
  • Kesehatan buruk dari gizi buruk 
  • Tingkat asam yang tidak merata dalam tubuh (asidosis metabolik) 
  • Kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah 

Penyakit jamur hitam juga lebih mungkin terjadi jika seseorang mengalami cedera kulit seperti luka bakar, terpotong, atau luka. Selain itu, untuk sekarang ini, kasus penyakit jamur hitam telah dilaporkan pada orang dengan Covid-19. 

Untuk diketahui, mucormycosis merupakan penyakit yang tidak menular. 

Baca Juga: Sudah masuk ke Indonesia, ini gejala dan cara mengatasi jamur hitam India




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×