kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hati-hati, burnout atau kelelahan bekerja bisa mengarah ke gangguan jantung


Rabu, 15 Januari 2020 / 23:55 WIB
Hati-hati, burnout atau kelelahan bekerja bisa mengarah ke gangguan jantung

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tumpukan pekerjaan memang tak ada habisnya. Walau kita ingin segera menyelesaikannya, tapi jika rasa lelah sudah menghampiri sebaiknya beristirahatlah demi kesehatan jantung.

Istilah "burnout" atau kelelahan bekerja belakangan semakin mengemuka. Terutama setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Mei 2019 menyebutnya sebagai salah satu kondisi stres kronis.

Tidak hanya dianggap sebagai gangguan, sebuah studi bahkan menemukan burnout bisa mengarah pada kondisi jantung yang kritis dan mungkin mematikan. Para peneliti melakukan survei terhadap 11.000 individu untuk mendalami fenomena burnout ini.

Baca Juga: Minum air putih sebelum tidur meningkatkan risiko nokturia, apa itu?

Mereka kemudian meneliti perkembangan kondisi atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung responden selama 25 tahun. Mereka yang memiliki rasio burnout tinggi juga memiliki risiko perkembangan atrial fibrilasi yang tinggi.

Menurut penemuan yang dipublikasikan melalui European Journal of Preventive Cardiology itu, atrial fibrilasi menyebabkan denyut jantung yang lebih cepat yang tidak menentu dan bisa menyebabkan stroke, penggumpalan darah dan komplikasi lainnya yang bisa berujung kematian.

Penulis studi, Parveen K. Garg dari University of Southern California di Los Angeles melalui siaran persnya menjelaskan, kelelahan vital atau sindrom burnout biasanya disebabkan oleh stres kronik atau berat di tempat kerja atau rumah.

"Burnout berbeda dari depresi, yang ditandai dengan suasana hati yang murung, rasa bersalah dan kepercayaan diri rendah," katanya.

Baca Juga: Minum teh hijau ternyata bisa menyehatkan jantung

Meskipun konsep dan ketidaknyamanan burnout sudah cukup diketahui, tetapi bahayanya makin tervalidasi setelah WHO menetapkan sindrom burnout sebagai diagnosa medis resmi.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×