Hari kanker sedunia, inilah kanker yang banyak membunuh wanita Indonesia

Kamis, 04 Februari 2021 | 13:49 WIB Sumber: Kompas.com
Hari kanker sedunia, inilah kanker yang banyak membunuh wanita Indonesia

ILUSTRASI. Hari kanker sedunia, inilah kanker yang banyak membunuh wanita Indonesia. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Tanggal 4 Februari diperingati sebagai hari kanker sedunia. Di Indonesia, kanker serviks merupakan ancaman wanita dewasa.

Setelah kanker payudara, ada kanker serviks atau leher rahim yang bisa secara tak terduga terjadi pada wanita dewasa. Pada peringatan hari kanker sedunia ini, KONTAN mengajak wanita Indonesia meningkatkan kesadaran untuk deteksi dini terhadap kanker serviks.

Kanker serviks adalah keganasan yang menyerang leher rahim. Kanker serviks atau leher rahim menempati posisi ke-2 sebagai kasus kanker tertinggi pada wanita Indonesia setelah kanker payudara.

Berdasarkan data Globocan 2018, jumlah kasus baru kanker di Indonesia adalah 348.809 kasus dengan estimasi kematian sebanyak 207.210 jiwa. Dari data tersebut, didapatkan kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara dengan insiden sebanyak 42,1 per 100.000 penduduk yaitu 58.256 (30,9 persen).

Kemudian kanker leher rahim atau serviks dengan insidens sebanyak 23,4 per 100.000 penduduk yaitu 32.469 (17,2 persen). Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Dr Gatot N.A Winarno SpOG(K) M Kes mengatakan, bahwa setiap 1 jam, ada 2 wanita Indonesia yang meninggal karena kanker serviks ini.

Penyebab kanker serviks

Gatot menjelaskan, kanker serviks atau leher rahim berbeda dengan kasus kanker lainnya. Kanker serviks atau leher rahim ini bisa dicegah karena penyebab utamanya diketahui. Penyebab utama kanker serviks 99,7 persen adalah Human papillomavirus (HPV).

HPV memiliki dua kelompok jenis virus yaitu high risk dan low risk. Subtipe high-risk adalah jenis HPV yang berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks. Contoh subtipe ini adalah 16, 18, 31, 33, 35, 45, 51, 52 dan lain-lain.

Sementara, subtipe low-risk adalah jenis HPV yang berisiko rendah dapat menyebabkan kutil kelamin (candiloma). Contoh subtipe ini adalah 6, 11, 42, 43, 44, 81. Akan tetapi, 70 persen kasus kanker serviks di dunia disebabkan oleh HPV subtipe 16 dan 18.

HPV adalah virus yang umum dan terdapat dimana saja. Infeksi virus HPV dapat terjadi karena adanya hubungan seksual. Disebutkan bahwa 80 persen wanita yang sudah berhubungan seksual pernah terinfeksi virus HPV, karena tidak menimbulkan gejala. "Single partner berisiko, apalagi jika suka berganti pasangan-risiko lebih tinggi lagi," ucap dia.

Baca juga: Kanker payudara bisa menyebar ke bagian tubuh lain dengan cepat, ini penyebabnya

Gejala kanker serviks

Gatot mengatakan, seringkali ia menemukan pasien kanker serviks atau kanker leher rahim yang datang berobat sudah berada di stadium lanjut saat didiagnosa. Sangat jarang pasien yang didiagnosa saat stadium kanker masih dini. "Mengapa terlambat diagnosa? Itu karena masih banyak wanita yang enggan datang ke dokter atau tenaga kesehatan untuk skrining," kata dia.

Dorongan enggan datang ke dokter, selain perasaan takut ataupun malu, dokter juga banyak menemukan pasien-pasien yang ternyata merasa tidak ada gejala atau keluhan apapun. Sehingga, tumor ganas atau sel kanker tersebut semakin berkembang dan menggerogoti tubuh dari dalam.

Diakui Gatot bahwa memang pada tahap awal kanker serviks terjadi seringkali tidak ada gejala. "Wanita bisa saja terkena kanker serviks tanpa diketahui," ucap dia. Biasanya, gejala-gejala baru muncul jika kanker tumbuh ke sekitar jaringan atau organ. Berikut beberapa gejala yang bisa terjadi penanda kanker serviks.

  • Pendarahan saat bersenggama
  • Keputihan yang berbau
  • Nyeri perut bawah

Deteksi dini kanker serviks

Gatot berkata, hingga saat ini, kanker serviks merupakan penyebab kanker tertinggi kedua setelah kanker payudara pada wanita, karena kurangnya skrining sejak dini. "Kanker serviks sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini HPV DNA secara rutin, terutama bagi wanita yang sudah pernah berhubungan seksual," tegas dia.

Deteksi dini kanker serviks yang ada saat ini meliputi Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), Papsmear, Papsmear Berbasis Cairan, dan HPV DNA dilakukan untuk mendeteksi sejak awal terjadinya infeksi virus HPV risiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks. "Semakin cepat kanker serviks di deteksi, maka akan lebih mudah diobati," ujarnya.

Selamat hari kanker sedunia. Ayo kenali gejala kanker serviks dan lakukan deteksi sejak dini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Penyebab dan Gejala Kanker Serviks, Terbanyak ke-2 Menyerang Wanita Indonesia",


Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Bestari Kumala Dewi

Selanjutnya: 5 Faktor penyebab kanker payudara menyebar ke organ tubuh lain

 

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Adi Wikanto
Terbaru