Reproduksi dan Seks

Hamil anggur: ciri-ciri, penyebab, komplikasi, cara pencegahan, dan faktor risiko

Senin, 25 Januari 2021 | 12:00 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Hamil anggur: ciri-ciri, penyebab, komplikasi, cara pencegahan, dan faktor risiko

ILUSTRASI. Ilustrasi ibu hamil mengandung

KONTAN.CO.ID - Kehamilan anggur atau juga dikenal sebagai kehamilan mola (mola hidatidosa) adalah komplikasi kehamilan langka yang ditandai dengan pertumbuhan abnormal trofoblas, sel yang biasanya berkembang menjadi plasenta.

Ada dua jenis kehamilan anggur, kehamilan anggur komplet dan kehamilan anggur parsial.  Pada kehamilan anggur komplet, jaringan plasenta tidak normal dan membengkak dan tampak seperti kista berisi cairan. Juga tidak ada pembentukan jaringan janin.

Pada kehamilan anggur parsial, mungkin terdapat jaringan plasenta yang normal bersama dengan jaringan plasenta yang terbentuk secara abnormal. Selain itu juga kemungkinan terjadi pembentukan janin namun tidak mampu bertahan hidup, dan biasanya keguguran di awal kehamilan.

Kehamilan anggur dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk jenis kanker langka dan membutuhkan perawatan dini.

Baca Juga: ​6 Penyebab keguguran dan cara pencegahannya

Gejala dan ciri-ciri hamil anggur

Dirangkum dari laman Mayo Clinic, kehamilan anggur mungkin tampak seperti kehamilan normal pada awalnya. Tetapi sebagian besar kehamilan anggur menyebabkan ciri-ciri dan gejala tertentu. Berikut gejala dan ciri-ciri hamil anggur:

  • Perdarahan vagina berwarna coklat tua sampai merah cerah selama trimester pertama
  • Mual dan muntah yang parah
  • Terkadang kista mirip anggur keluar melalui vagina
  • Tekanan atau nyeri panggul.

Jika ibu hamil mengalami hal tersebut maka segera konsultasikan dengan dokter. Biasanya dokter akan mendeteksi tanda-tanda lain dari hamil anggur, seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Preeklamsia, suatu kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan protein dalam urin setelah 20 minggu kehamilan
  • Kista ovarium
  • Anemia
  • Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)

Selain itu ciri fisik hamil anggur yakni rahim terlalu besar untuk tahap kehamilan lantaran pertumbuhan rahim yang cepat.  

Baca Juga: Dengan 4 cara ini, perut kembung saat hamil bisa diatasi

Penyebab hamil anggur

Kehamilan anggur disebabkan oleh telur yang dibuahi secara tidak normal. Sel manusia biasanya mengandung 23 pasang kromosom. Satu set kromosom di setiap pasangan berasal dari ayah, yang lainnya dari ibu.

Pada kehamilan anggur komplet, sel telur yang kosong dibuahi oleh satu atau dua sperma, dan semua materi genetik berasal dari ayah. Dalam kondisi ini, kromosom dari sel telur ibu hilang atau tidak aktif dan kromosom ayah diduplikasi.

Pada kehamilan anggur parsial atau tidak komplet, kromosom ibu tetap ada tetapi ayah menyediakan dua set kromosom. Akibatnya, embrio memiliki 69 kromosom, bukan 46. Hal ini paling sering terjadi ketika dua sperma membuahi sel telur, menghasilkan salinan tambahan materi genetik ayah.

Baca Juga: Rekomendasi cemilan ibu hamil yang lezat dan mudah didapat

Komplikasi hamil anggur

Setelah kehamilan anggur diangkat, jaringan molar mungkin tetap ada dan terus tumbuh. Ini disebut neoplasia trofoblas gestasional persisten (GTN). 

Hal ini terjadi pada sekitar 15 hingga 20% kehamilan mola lengkap, dan hingga 5 % kehamilan mola parsial.

Salah satu tanda GTN persisten adalah human chorionic gonadotropin (HCG) tingkat tinggi atayu hormon kehamilan setelah kehamilan mola diangkat. Dalam beberapa kasus, mola hidatidosa invasif menembus jauh ke dalam lapisan tengah dinding rahim, yang menyebabkan perdarahan vagina.

GTN persisten hampir selalu berhasil diobati, paling sering dengan kemoterapi. Pilihan pengobatan lainnya adalah pengangkatan rahim (histerektomi).

Baca Juga: Anda menderita diabetes? Ini buah yang aman untuk dikonsumsi

Pencegahan hamil anggur

Jika Anda pernah mengalami kehamilan anggur, bicarakan dengan dokter atau bidan sebelum hamil lagi. Dokter atau bidan mungkin merekomendasikan menunggu selama enam bulan hingga satu tahun sebelum mencoba hamil.

Selama kehamilan berikutnya, dokter mungkin melakukan ultrasound awal untuk memantau kondisi Anda dan adanya kemungkinan hamil anggur.  Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan tes genetik prenatal, yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kehamilan anggur.

Faktor risiko hamil anggur

Sekitar 1 kasus dari setiap 1.000 kehamilan didiagnosis sebagai kehamilan anggur. Berbagai faktor yang berhubungan dengan kehamilan anggur, antara lain:

  • Usia ibu: Kehamilan anggur lebih mungkin terjadi pada wanita yang berusia lebih dari 35 tahun atau lebih muda dari 20 tahun.
  • Kehamilan anggur sebelumnya: Jika Anda pernah mengalami satu kali kehamilan anggur, kemungkinan besar akan mengalami kehamilan anggur lagi. Kehamilan anggur berulang terjadi, rata-rata, pada 1 dari setiap 100 wanita.

Selanjutnya: ​6 Penyebab keguguran dan cara pencegahannya

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani
Terbaru