kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Gejala Utama Omicron Batuk dan Pilek, Ini Bedanya dengan Flu


Jumat, 07 Januari 2022 / 08:43 WIB
Gejala Utama Omicron Batuk dan Pilek, Ini Bedanya dengan Flu
ILUSTRASI. Perbedaan gejala omicron dan flu sangat tipis dan cenderung serupa.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Virus corona varian Omicron tengah menjadi perhatian dunia saat ini. Betapa tidak, meski gejalanya disebut lebih ringan, namun daya tularnya bisa empat kali lipat lebih tinggi dari pendahulunya. 

Pemerintah mengumumkan gejala infeksi omicron paling banyak dikeluhkan penderita di Indonesia adalah batuk dan pilek. Gejala omicron ini cukup umum dan cenderung mirip dengan masalah kesehatan lain seperti flu. 

Perlu diketahui, omicron adalah jenis varian baru virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. 

Sejak kali pertama terdeteksi di Afrika Selatan pada 24 November 2021, virus ini telah menyebar ke lebih dari 110 negara, termasuk Indonesia. 

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kebanyakan pengidap infeksi omicron yang sudah menerima vaksin Covid-19 penyakitnya ringan dan tanpa gejala. 

Baca Juga: Gejala Covid-19 Sebelum dan Sesudah Vaksin Covid-19 Berbeda, Sudah Tahu?

“Gejala paling banyak adalah batuk (49%) dan pilek (27%),” kata Nadia di Jakarta, pada Selasa (4/1/2022), seperti dilansir dari laman resmi SehatNegeriku. 

Kendati relatif ringan untuk penderita yang sudah divaksinasi Covid-19, tapi penyebaran penyakit ini lebih cepat daripada virus corona varian lainnya. 

Pemerintah juga mewanti-wanti agar setiap orang disiplin menerapkan protokol kesehatan mengingat belakangan kasus transmisi lokal terus meningkat. Apabila tidak diantisipasi sejak dini, tidak menutup kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 bisa cukup tinggi dan rawan membebani layanan kesehatan. 

Baca Juga: Pemerintah Targetkan 21 Juta Orang Dapat Vaksin Booster




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×