kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.016   -33,00   -0,19%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

Gejala khas Covid-19 pada lansia dan komorbid: Tak ada nafsu makan, hilang kesadaran


Jumat, 16 Oktober 2020 / 06:01 WIB
ILUSTRASI. Di tengah pandemi seperti saat ini, kaum lansia menjadi kelompok yang harus mendapatkan perhatian lebih. Surya/Ahmad Zaimul Haq


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Lingkungan yang bersih, makanan sehat, dan istirahat cukup harus diterapkan bagi lansia dan komorbid. 

"Kalau sudah kena berat sekali dan tinggi angka kematiannya," ujar dr. Adria.

Dukungan keluarga terutama dalam menerapkan protokol kesehatan, khususnya bagi orang terdekat di sekitarnya, sangat penting.

Perawat di Bagian Geriatri RSUP RSCM Jakarta Eva Rischta Magdalena mengatakan rata-rata pasien lansia dan komorbid terpapar Covid-19 merasa tersisihkan dari keluarga. 

Baca Juga: Ketua Satgas Covid-19: Abai terhadap protokol kesehatan dan bisa sebabkan korban jiwa

Ruang isolasi, tempat perawatan pasien Covid-19, memang tidak diperbolehkan dikunjungi keluarga. Namun keberadaan perawat memberi dukungan penuh untuk kesembuhan pasien.  

"Perawat membantu support system dan membantu mengkomunikasikan pasien dengan keluarga memanfaatkan teknologi," ujar perawat yang sudah 18 tahun bertugas di RSCM.

Selanjutnya: Infeksi virus corona dipengaruhi golongan darah? Cek faktanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×