Edukasi HIV-AIDS, Siloam Hospitals Balikpapan terangkan faktor risiko dan layanan

Jumat, 03 Desember 2021 | 10:08 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Edukasi HIV-AIDS, Siloam Hospitals Balikpapan terangkan faktor risiko dan layanan

ILUSTRASI. Rumah Sakit Siloam


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bertepatan dengan perayaan Hari AIDS (Acquired Immunodeficiency syndrome) Internasional, Rabu (1/12/2021) Siloam Hospitals Balikpapan menggelar edukasi bincang sehat seputar HIV-AIDS bertajuk : "Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya".

Edukasi dilakukan guna meningkatkan dan mengingatkan kembali akan pengetahuan dan kepedulian terkait HIV/AIDS melalui aplikasi live Instagram.

Disampaikan dalam edukasinya, Dokter Liliana Handranatan,  dokter VICITY klinik atau dokter Voluntary Counseling Testing khusus untuk HIV-AIDS yang berada di Siloam Hospitals Balikpapan mengatakan

HIV masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang, kurangnya edukasi dan pemahaman tentang HIV membuat Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) seringkali mendapatkan perlakuan yang diskriminatif.

"HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit," ungkap Liliana Handranatan dalam keterangannya.

Baca Juga: 1 Desember 2021 ​Hari AIDS Sedunia, ini cara mencegah HIV/AIDS & siapa berisiko?

Menurutnya, HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

"Jadi HIV itu adalah virusnya, sementara AIDS adalah kumpulan gejala yang disebabkan karena penurunan kekebalan tubuh," imbuh Liliana.

Perhatikan Pencegahan

Tahap paling lanjut dari infeksi HIV adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yang dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang jika tidak diobati, tergantung pada kondisi masing-masing individu. Namun, tidak semua orang yang mengidap HIV akan berkembang menjadi AIDS.

"Secara garis besar ada empat cara virus ini ditularkan. Yang pertama melalui transfusi darah, yang kedua lewat cairan sperma atau cairan pre ejakulasi, yang ketiga lewat cairan vagina, dan yang terakhir melalui Air Susu Ibu. Jadi penularannya tidak semudah yang kita kira," tutur  dokter Lili yang juga bertugas sebagai dokter MCU di Siloam Hospitals Balikpapan.

Editor: Yudho Winarto

Terbaru