Edukasi HIV-AIDS, Siloam Hospitals Balikpapan terangkan faktor risiko dan layanan

Jumat, 03 Desember 2021 | 10:08 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Edukasi HIV-AIDS, Siloam Hospitals Balikpapan terangkan faktor risiko dan layanan

ILUSTRASI. Rumah Sakit Siloam


Ditambahkannya, bahwa HIV itu tidak ditularkan melalui air liur tetapi lewat darah dan cairan sperma dan air susu ibu, jadi bukan dari kontak makan, maka bagi pihak keluarga tidak perlu khawatir saat makan bersama dengan penderita AIDS.

Gejala dari HIV yang pertama kali muncul adalah, demam, sakit kepala, diare, dan sariawan.

Baca Juga: Varian Covid-19 Omicron Mengancam, Saham Emiten RS Mana yang Layak Jadi Incaran?

Biasanya untuk orang dengan HIV positif menjadi AIDS itu butuh waktu yang lama dengan durasi lebih dari 10 tahun.

"Di sana kalau sudah muncul AIDS maka gejala-gejala dari turunnya sistem kekebalan tubuh seperti infeksi-infeksi oportunistik akan bisa masuk ke dalam tubuh, jadi bisa menyebabkan infeksi TBC, kemudian penurunan berat badan yang signifikan, lalu bisa menyebabkan infeksi jamur dan lain sebagainya," tutur dokter Lili.

Faktor risiko yang perlu diwaspadai

Faktor risiko merupakan hal yang harus diketahui masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan secara optimal.

Pada kesempatan edukasi diakhir sesi, Dokter Liliana Handranatan menjelaskan akan faktor tersebut didapat melalui penggunaan jarum suntik yang bergantian seperti yang biasa ditemukan pada pengguna narkoba suntik, hubungan seks yang tidak aman seperti yang biasa ditemukan pada kelompok-kelompok tertentu misalnya hubungan dengan sesama jenis. Atau air susu ibu yang sudah terkena HIV AIDS. "Penularan virus ini umum didapatkan dari ketiga faktor tersebut," ungkap Liliana mengingatkan.

Akan Tatalaksana pasien pengidap HIV-AIDS, klinik VCT di Siloam Hospitals Balikpapan, maka pasien dapat melakukan konsultasi yang bersifat rahasia. Untuk hasilnya pun bersifat rahasia, jadi bagi yang merasa memiliki faktor risiko HIV -AIDS silahkan datang berkonsultasi agar bisa dilakukan tes/pemeriksaan.

"Tes yang dilakukan biasanya melalui pengambilan dan pemeriksaan darah, dan disarankan untuk datang sendiri. Jadi untuk pasangan pun sifatnya rahasia," pungkas dokter Liliana Handranatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru