Penyakit Menular

Dampak Virus Corona menyebabkan kondisi psikis terganggu, benarkah?

Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:49 WIB Sumber: The Guardian
Dampak Virus Corona menyebabkan kondisi psikis terganggu, benarkah?

ILUSTRASI. Dampak Virus Corona terkait psikologis harus Anda waspadai. REUTERS/Phil Noble

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyebaran Virus Corona benar-benar harus diwaspadai. Meski bisa sembuh, mantan pasien masih bisa merasakan dampak Virus Corona. Ada banyak dampak Virus Corona yang bisa dirasakan, salah satunya adalah penyakit psikis, seperti insomnia, kecemasan, depresi, dan lain-lain.

Baca Juga: Bahaya Hepatitis A bisa dihindari dengan menjaga kebersihan

Melansir dari The Guardian, dari 402 pasien yang masih dimonitor setelah dirawat dari Virus Corona, 55% di antara mereka setidaknya memiliki satu penyakit psikis.

Berdasarkan wawancara klinis dan pengisian kuesioner, 28% mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD),  31% depresi, 42% kecemasan atau anxiety, 40% insomnia, dan 20% obsessive-compulsive symptoms. Penemuan tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang dampak Virus Corona dari sisi psikologis. 

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal Brain, Behaviour, and Immunity merekomendasikan untuk memeriksa psikopatologi dari pasien Virus Corona yang selamat. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan kesehatan mental dan pengetahuan psikiatri saat ini. 

Penelitian mendalam terkait inflammatory biomakers juga perlu dilakukan untuk mendiagnosa dan mengatasi kondisi psikis yang muncul.

Baca Juga: 4 alasan kenapa iritasi pada selangkangan bisa terjadi

The Guardian juga menjelaskan penelitian yang melibatkan 265 laki-laki dan 137 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih menderita secara psikologis daripada pria. Dampak Virus Corona itu bisa semakin parah jika memiliki riwayat diagnosa psikiatrik sebelumnya.

Dampak Virus Corona terkait kesehatan mental disebabkan karena sistem imun yang merespons Virus Corona. Pembatasan sosial dan dampak psikologis dari rasa sakit yang dirasakan pasien juga memperparah kondisi tersebut.

Selain itu, adanya kekhawatiran menyebarkan Virus Corona ke orang lain dan stigma yang berkembang di masyarakat membuat dampak Virus Corona semakin terasa.

Editor: Belladina Biananda


Terbaru