Penyakit Menular

Update virus corona: Ada 21 obat Covid-19 yang ditemukan

Rabu, 29 Juli 2020 | 10:18 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Update virus corona: Ada 21 obat Covid-19 yang ditemukan

ILUSTRASI. Ada beberapa obat Corona yang bekerja baik dengan Remdesivir buatan Gilead.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penelitian tentang obat corona terus berlanjut. Tak hanya berusaha menemukan obat baru, obat-obat yang sudah ada pun diteliti kembali untuk melihat potensi menyembuhkan penyakit corona. Penelitian terbaru menunjukkan, sebanyak 21 obat teridentifikasi dapat melawan serangan virus corona.

Baca Juga: Ampuh! Inilah cara menghilangkan sakit gigi dalam 5 menit

Diberitakan Health24 (m.health24.com) pada akhir Juni lalu, obat Remdesivir disebut berpotensi mencegah kematian akibat virus corona. Remdesivir adalah obat antivirus yang dikembangkan oleh Gilead. Obat antivirus ini gagal menyembuhkan penyakit Ebola, tapi dapat menunjukkan hasil di uji klinis melawan SARS dan MERS.

Munculnya virus corona membuat Gilead kembali menguji kemampuan Remdesivir untuk melawan virus mematikan itu. Hasilnya, European Authorities Endorsement menyatakan Rendesivir sebagai obat corona pertama di Benua Eropa.

Seiring berjalannya waktu, penelitian lain tentang obat corona tetap dilakukan. Masih dari laman yang sama, Health24 mengatakan bahwa sebuah tim penelitian yang dipimpin oleh seorang profesor dari Sanford Burnham Prebys Medical Discovery Institute, Sumit Chanda, mengidentifikasi 21 obat yang dapat menghentikan virus corona.

Baca Juga: Ampuh! Inilah obat herbal pilek anak yang wajib Anda coba

Penelitian obat corona dilakukan dengan cara extensive testing dan validation studies, serta evaluasi pada paru-paru pasien corona. Para peneliti juga melihat sinergisitas obat-obat yang diteliti dengan Remdesivir dan mengukur efektivitas serta dosis antiviral yang terkandung dalam obat. Hasilnya, 13 obat dapat bekerja sesuai dengan dosis yang aman.

Tak berhenti sampai di sini, 21 obat akan diteliti pada hewan percobaan dengan jaringan yang mirip manusia. Saat hasilnya kembali didapat, FDA akan mengevaluasi untuk ujicoba obat corona lebih lanjut.

Editor: Belladina Biananda


Terbaru