Ciri-Ciri Gejala Penyakit Ginjal, Penyebab Kematian ke-10 di Indonesia

Jumat, 18 Maret 2022 | 14:20 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Ciri-Ciri Gejala Penyakit Ginjal, Penyebab Kematian ke-10 di Indonesia

ILUSTRASI. Masyarakat perlu mewaspadai, dengan mengenali ciri-ciri gejala penyakit ginjal.


KONTAN.CO.ID - Penyakit ginjal menjadi penyebab kematian ke-10 di Indonesia, dengan lebih dari 42.000 orang per tahun. Masyarakat perlu mewaspadai, dengan mengenali ciri-ciri gejala penyakit ginjal. 

Ginjal berfungsi untuk membuang sisa metabolisme dalam tubuh. Semua proses dalam tubuh akan dibuang melalui hati dan ginjal. Pembuangan dari ginjal disalurkan melalui urin. 

Fungsi ginjal selain memproduksi urin adalah sebagai keseimbangan cairan. Misalnya, saat suhu udara dingin, maka tubuh akan lebih sering buang air kecil. Sebaliknya, kalau suhu udara panas, tubuh akan merasa kekurangan cairan. 

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) dr. Zulkhair Ali mengatakan, jika ginjal tidak berfungsi, maka akan terjadi gagal ginjal. Penyakit ginjal yang umum orang alami adalah: 

  • batu ginjal
  • infeksi ginjal
  • radang ginjal
  • ginjal karena diabetes
  • ginjal karena hipertensi
  • ginjal karena lupus
  • ginjal karena polikistik 

Baca Juga: Manfaat Kayu Manis, Menurunkan Gula Darah dan Membantu Mengelola Diabetes

Penyakit-penyakit tersebut bisa menurunkan fungsi ginjal. Penurunan fungsi ginjal terbagi dua: gangguan ginjal akut dan penyakit ginjal kronik. Pada penyakit ginjal kronik, ada fase bernama akut on kronik 

"Yang menarik adalah, pada penyakit ginjal akut, gejala pada pasien terlihat berat sekali tapi bisa sembuh sempurna," kata dr. Zulkhair, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Jumat (18/3).

"Sedangkan penyakit ginjal kronik, pasien tidak merasakan apapun, tidak ada gejala, tapi ketika sudah berat akhirnya harus cuci darah dan tidak bisa disembuhkan kembali," ungkapnya.

Penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan global karena prevalensi gagal ginjal semakin hari semakin meningkat. 

Tidak hanya itu, penyakit tersebut bersifat progresif dan tidak bisa sembuh kembali, tingkat mortalitas yang tinggi, dan memakan biaya mahal. 

Karenanya, perlu melakukan pencegahan dengan deteksi sedini mungkin terhadap penderita penyakit ginjal. 

Pencegahan idealnya dari fase normal, yakni melakukan skrining orang-orang yang tidak sakit untuk mengetahui apakah ada faktor risiko terjadi penyakit ginjal atau tidak. 

Baca Juga: 8 Cara Menjaga Kesehatan Ginjal, Cegah Penyakit Berjulukan Silent killer

Kalau sudah ditemukan ada faktor risiko, maka langkah selanjutnya harus menurunkan faktor risiko tersebut. Skrining juga terhadap pasien-pasien yang sedang mengalami penyakit ginjal. 

"Kemudian, kalau sudah terjadi kerusakan, kita harus melakukan pengobatan, baik melakukan pengobatan terhadap ginjalnya untuk menunda atau memperlambat progresivitas penyakit ginjalnya maupun mengobati komorbid yang ada," ucap dr. Zulkhair.

Tapi, apabila sudah terjadi gagal ginjal, harus terapi pengganti ginjal atau transplantasi ginjal. 

Sebagai langkah pencegahan, perlu deteksi dini penyakit ginjal dengan mengenali penyebab gagal ginjal. Penyebab penyakit ginjal yang paling sering terjadi adalah: 

  • hipertensi
  • diabetes
  • radang ginjal

Sementara untuk gejala penyakit ginjal kronis antara lain:

  • mual
  • gatal-gatal
  • sesak napas
  • anemia
  • hipertensi

Baca Juga: 4 Sayur Ini Terbukti Menurunkan Gula Darah, Baik untuk Penderita Diabetes

Sayangnya, gejala ini baru muncul setelah tahap lanjut atau pada stadium lanjut. Pada stadium awal, gejala sama sekali tidak terlihat atau tidak terasa. 

Oleh karena itu, solusinya adalah harus melakukan pemeriksaan secara berkala, secara rutin, terutama bagi faktor risiko menderita penyakit ginjal antara lain:

  • usia di atas 50 tahun
  • penderita diabetes
  • penderita hipertensi
  • perokok
  • obesitas
  • ada riwayat keluarga yang menderita penyakit ginjal

"Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap 1 tahun," imbuh dr. Zulkhair.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru