kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ciri-Ciri Darah Tinggi Di Usia Muda, Kenali Cara Menurunkan Darah Tinggi dengan Alami


Senin, 07 Agustus 2023 / 15:05 WIB
Ciri-Ciri Darah Tinggi Di Usia Muda, Kenali Cara Menurunkan Darah Tinggi dengan Alami
ILUSTRASI. Ciri-Ciri Darah Tinggi Di Usia Muda, Kenali Cara Menurunkan Darah Tinggi dengan Alami


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kenalilah ciri-ciri darah tinggi sejak usia muda. Selain itu, pahami pula cara menurunkan darah tinggi tanpa obat atau secara alami.

Anda perlu mengenali ciri-ciri darah tinggi di usia muda. Karena penyakit ini tidak hanya menyerang orang tua, tapi juga anak muda. Oleh karena itu, perlu juga mengetahui obat penurun darah tinggi untuk mengembalikan tekanan darah ke level normal.

Ciri-ciri darah tinggi di usia muda juga penting dikenali untuk mencegah penyakit yang lebih berbahaya. Darah tinggi bisa mengundang stroke hingga serangan jantung yang berujung pada kematian.

Melansir Kompas.com, Dokter Andrew Yocum, MD menyebut, tekanan darah tinggi terjadi ketika angka pengukuran tekanan darah melebihi 130/80 mmHg. "Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung seperti penyakit arteri koroner, stroke, serangan jantung, dan gagal jantung," tutur Yocum.

"Perubahan gaya hidup dan resep obat tekanan darah dapat membantu menurunkan atau mengelola tekanan darah tinggi."

Ciri-ciri darah tinggi di usia muda

Ciri-ciri darah tinggi di usia muda antara lain:

1. Sakit kepala

Ciri-ciri darah tinggi di usia muda yang banyak terjadi adalah sering sakit kepala/ Jika kita tiba-tiba mengalami sakit kepala intens yang terasa lebih buruk dari biasanya dan tekanan darah meningkat, dianjurkan untuk mencari pertolongan medis, saran ahli jantung Luke Laffin, MD.

Namun Laffin juga mengatakan, tidak selalu tekanan darah tinggi menyebabkan sakit kepala. Justru hal sebaliknya juga dapat terjadi.

Baca Juga: Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Ini Manfaat Petai untuk Kesehatan

2. Sesak napas

Ciri-ciri darah tinggi di usia muda yang juga umum terjadi adalah sering sesak napas. Sesak napas adalah gejala umum dari hipertensi pulmonal, atau jenis tekanan darah tinggi yang mempengaruhi arteri di paru-paru dan jantung. Begitu penjelasan Vallerie McLaughlin, MD, direktur Pulmonary Hypertension Program di Universiy of Michigan Frankel Cardiovascular Center.

Hipertensi pulmonal terjadi karena sisi kanan organ jantung kesulitan mendorong aliran darah melalui paru-paru, dan tidak sampai ke sisi kiri jantung dan tubuh.

3. Kecemasan

Ciri-ciri darah tinggi di usia muda lainnya adalah kecemasan. Menurut para ahli, kecemasan dan tekanan darah tinggi saling terkait. Menurut ahli jantung Sheldon G. Sheps, MD, kecemasan tidak menyebabkan hipertensi jangka panjang, namun bisa memicu lonjakan tekanan darah dalam waktu sementara.

Jika lonjakan tekanan darah sering terjadi, itu dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, jantung dan ginjal.

4. Hidung mimisan

Ciri-ciri darah tinggi di usia muda yang selanjutnya adalah hidung mimisan. Tekanan darah tinggi bukan penyebab langsung mimisan, namun Yocum mencatat ada beberapa studi yang menunjukkan kaitan antara kedua hal tersebut.

Satu studi menemukan, individu dengan hipertensi berisiko mengalami mimisan lebih besar dan memerlukan perawatan medis dibandingkan mereka yang memiliki tekanan darah normal. Adapun studi lain mengungkap, hipertensi bukan penyebab mimisan, namun membuat mimisan lebih sulit dikendalikan.

5. Mual dan muntah

Ciri-ciri darah tinggi di usia muda yang banyak terjadi adalah sering mual dan muntah. Mual dan muntah juga bisa menjadi gejala lonjakan tekanan darah, kata ahli jantung Francisco Lopez-Jimenez, MD. "Jika kita melihat angka tekanan darah yang sangat tinggi dan tidak memiliki gejala apapun, bersantailah selama beberapa menit," ujar dia.

Setelah itu cek kembali tekanan darah. Jika angka dalam alat ukur tekanan darah masih tinggi, segera hubungi dokter.

Cara Menurunkan Darah Tinggi dengan Alami

Dilansir dari Kompas.com, kunci sukses mengontrol tekanan darah tak bisa cuma mengandalkan minum obat. Perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat penting untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Berikut beberapa cara menurunkan tekanan darah tinggi tanpa obat yang juga bermanfaat untuk menjaga gaya hidup sehat:

1. Olahraga teratur dan aktif bergerak

Cara menurunkan darah tinggi dengan alami dan tanpa obat yang pertama adalah berolahraga secara teratur. Dilansir dari Mayo Clinic, olahraga bisa jadi obat penurun darah tinggi alami. Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang 30 menit setiap hari. Atau bisa juga latihan olahraga selama 150 menit dalam seminggu.

Jika terlalu berat mengerjakannya dalam satu waktu, Anda bisa berolahraga 75 menit seminggu dua kali. Kunci olahraga untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol ini adalah rutin atau konsisten.

Selain olahraga, jaga gaya hidup agar tetap aktif. Hindari kebiasaan terlalu banyak duduk atau rebahan. Usahakan selalu beranjak dari tempat duduk atau tempat tidur setidaknya 30 menit sekali. Jika ada kondisi kesehatan khusus, konsultasikan dengan dokter terkait jenis olahraga yang paling aman.

2. Atur berat badan dan lingkar pinggang ideal

Cara menurunkan darah tinggi dengan alami dan tanpa obat yang kedua adalah mengatur berat badan dan lingkar pinggal ideal. Tekanan darah bisa meningkat seiring kenaikan berat badan. Untuk itu, cara menurunkan berat badan tanpa obat perlu melibatkan pengaturan berat badan.

Secara umum, kita dapat mengurangi tekanan darah sekitar 1 mmHg dalam setiap penurunan kilogram berat badan. Tak hanya menjaga berat badan tetap ideal, pastikan penderita tekanan darah tinggi menjaga lingkar pinggang.

Untuk pria, batas aman lingkar pinggang adalah di bawah 102 centimeter. Sedangkan untuk wanita, batas amannya di bawah 89 centimeter.

3. Kurangi natrium

Cara menurunkan darah tinggi dengan alami dan tanpa obat yang ketiga adalah mengurangi asupan natrium. Natrium adalah salah satu asupan yang perlu dikontrol para penderita tekanan darah tinggi.

Penderita tekanan darah tinggi idealnya hanya boleh mengonsumsi natrium maksimal 1.500 miligram per hari. Untuk mengurangi natrium, pastikan Anda rajin membaca label makanan yang dikonsumsi. Cermati dan batasi jika ada natrium, garam, dan sodium.

Batasi atau setop konsumsi makanan olahan dan siap saji karena biasanya tinggi natrium. Selain itu, hindari kebiasaan menambahkan garam ke dalam makanan. Satu sendok teh garam bisa mengandung 2.300 miligram natrium.

Secara bertahap, kurangi garam dan tambahkan rempah-rempah untuk menambah rasa pada makanan. Lambat laun, lidah dapat menyesuaikan penyesuaian rasa ini.

4. Jalankan pola makan sehat

Cara menurunkan darah tinggi dengan alami dan tanpa obat yang keempat adalah menjalankan pola makan sehat. Melansir Healthline, penderita tekanan darah tinggi perlu mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kalium.

Kalium dapat mengimbangi natrium di dalam tubuh. Makanan yang banyak mengandung kalium antara lain sayuran berdaun hijau, tomat, kentang, ubi jalar, buah beri, melon, pisang, alpukat, jeruk, tuna, salmon, kacang polong, beras merah, dan gandum utuh.

Batasi atau hindari konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol seperti gorengan, daging merah, jerohan, makanan laut, makanan cepat saji.

Pastikan penderita darah tinggi juga mengurangi gula dan karbohidrat olahan seperti gandum atau tepung putih. Selain itu, kurangi asupan kafein terutama bagi orang yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein; seperti kopi, teh, cokelat, soda, dan minuman berenergi.

5. Setop merokok

Cara menurunkan darah tinggi dengan alami dan tanpa obat yang kelima adalah berhenti merokok. Setiap batang rokok yang Anda isap dapat meningkatkan tekanan darah selang beberapa menit kemudian. Berhenti merokok bisa jadi penurun tekanan darah tinggi secara alami, mengurangi risiko penyakit kronis, sekaligus menjaga kesehatan secara keseluruhan.

6. Kurangi stres

Cara menurunkan darah tinggi dengan alami dan tanpa obat yang keenam adalah mengurangi stres. Stres kronis juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Terlebih jika stres disertai kebiasaan makan tidak sehat, merokok, dan minum alkohol.

Coba kendalikan stres dengan mencari solusi mendasarnya. Setelah itu, imbangi dengan kegiatan yang bisa membuat pikiran rileks. Misalkan dengan bersantai, melakukan kegiatan yang disukai, mendengarkan musik, serta melakukan meditasi dan latihan pernapasan dalam.

7. Pantau tekanan darah

Cara menurunkan darah tinggi dengan alami dan tanpa obat yang ketujuh adalah rutin memantau tekanan darah. Cara menurunkan tekanan darah tinggi tanpa obat wajib memantau kondisi tekanan darah secara berkala. Coba monitor tekanan darah secara berkala di rumah.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter. Jika tekanan darah ajek terkendali, jangan lengan untuk mempertahankan gaya hidup sehat tersebut.

Itulah ciri-ciri darah tinggi di usia muda dan cara menurunkan darah tinggi dengan alami tanpa obat. Jika sakit berlanjut, segera hubungi dokter.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×