kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Cara Memasak Kentang agar Tak Menaikkan Kolesterol Jahat


Sabtu, 27 Mei 2023 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Kentang.


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kentang goreng bisa memicu kolesterol jahat naik. Ini cara memasak kentang agar tidak menaikkan kolesterol. 

Siapa yang tidak suka dengan kentang goreng. Makanan yang satu ini gurih dan nikmati dimakan kapan saja. 

Baca Juga: Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Ini Manfaat Bawang Dayak

Selain itu, kentang goreng bisa jadi camilan yang tepat untuk nonton film di akhir pekan. 

Namun, pernahkah Anda mendengar kentang goreng bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah? 

Merangkum dari Healthline, kentang merupakan bahan makanan yang baik untuk kesehatan, bahkan bisa untuk menjaga kesehatan jantung. 

Kentang pun mengandung serat yang baik untuk menjaga sistem pencernaan. Serat dalam kentang banyak ditemukan pada bagian kulitnya. 

Sayangnya kentang bisa memberikan dampak buruk untuk kesehatan bila diolah dengan cara yang salah. 

kentang yang dikupas lalu digoreng menambah jumlah lemak dan lemak trans alias lemak jenuh. 

Asal tahu saja, lemak jenuh berkontribusi pada kadar kolesterol tinggi dalam darah. 

Bila ingin mengonsumsi kentang lebih sehat, Anda bisa mengolahnya dengan cara memanggang dengan minyak zaitun. 

Opsi lainnya Anda bisa membuat kentang tumbuk yang ditambahkan dengan susu skim serta yogurt yunani rendah lemak. Selamat mencoba.

Baca Juga: 8 Manfaat Buah Pir yang Kaya Serat dan Vitamin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×