kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Batu Ginjal: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Batu Ginjal


Rabu, 30 Agustus 2023 / 09:51 WIB
Batu Ginjal: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Batu Ginjal
ILUSTRASI. Gejala batu ginjal biasanya tidak dirasakan oleh penderitanya hingga batu mulai bergerak di dalam ginjal atau masuk ke salah satu ureter.


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Batu ginjal adalah endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Gejala batu ginjal biasanya tidak dirasakan oleh penderitanya hingga batu mulai bergerak di dalam ginjal atau masuk ke salah satu ureter. 

Penyakit batu ginjal dapat mempengaruhi bagian mana pun dari saluran kemih, mulai dari ginjal hingga kandung kemih. Penyebab batu ginjal ada bermacam-macam seperti kondisi medis, suplemen obat-obatan tertentu. 

Selain itu, batu ginjal juga terbentuk saat urin menjadi pekat, sehingga mineral mengkristal dan saling menempel. Pengobatan batu ginjal tergantung dari kondisi penderitanya. 

Baca Juga: Mengapa Trigliserida Bisa Tinggi? Simak Apa Saja yang Sebabkan Trigliserida Melonjak

Penyebab batu ginjal 

Penyebab batu ginjal

Penyebab batu ginjal seringkali bukan tunggal dan tidak bisa ditentukan secara pasti. Meski demikian, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal. 

Dirangkum dari laman Kementerian Kesehatan, berikut beberapa penyebab batu ginjal berdasarkan jenisnya dan faktor risikonya: 

1. Batu kalsium

Kebanyakan penyebab batu ginjal adalah batu kalsium, biasanya dalam bentuk kalsium oksalat.

Oksalat adalah zat yang dibuat setiap hari oleh hati atau diserap dari makanan. Buah-buahan dan sayuran tertentu, serta kacang-kacangan dan cokelat, memiliki kandungan oksalat yang tinggi.

Selain itu, faktor makanan, vitamin D dosis tinggi, operasi bypass usus dan beberapa gangguan metabolisme dapat meningkatkan konsentrasi kalsium atau oksalat dalam urin.

Batu kalsium juga dapat terjadi dalam bentuk kalsium fosfat. Jenis batu ini lebih sering terjadi pada kondisi metabolik, seperti asidosis tubulus ginjal. 

Ini juga dapat dikaitkan dengan obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati migrain atau kejang, seperti topiramate (Topamax, Trokendi XR, Qudexy XR).

Baca Juga: Bukan Kangkung, Ini 5 Sayuran Pemicu Nyeri Sendi akibat Asam Urat

2. Batu struvit

Batu struvit terbentuk sebagai respons terhadap infeksi saluran kemih. Batu-batu ini dapat tumbuh dengan cepat dan menjadi sangat besar, terkadang dengan sedikit gejala atau sedikit peringatan. 

3. Batu asam urat

Batu asam urat dapat terbentuk pada orang yang kehilangan terlalu banyak cairan karena diare kronis atau malabsorpsi, orang yang mengonsumsi makanan berprotein tinggi, dan penderita diabetes atau sindrom metabolik. 

Faktor genetik tertentu juga dapat meningkatkan risiko batu asam urat.

4. Batu sistin

Batu-batu ini terbentuk pada orang dengan kelainan keturunan yang disebut cystinuria yang menyebabkan ginjal mengeluarkan terlalu banyak asam amino tertentu.

Baca Juga: Tak Boleh Dikonsumsi Berlebihan, 5 Makanan Sehat Ini Bisa Berubah Jadi Racun

5. Sejarah keluarga atau pribadi

Jika seseorang dalam keluarga Anda menderita batu ginjal, kemungkinan besar Anda juga akan terkena batu. 

Jika Anda sudah memiliki satu atau lebih batu ginjal, Anda berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan yang lain. 

6. Dehidrasi

Tidak minum cukup air setiap hari dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Orang yang tinggal di iklim yang hangat dan kering serta mereka yang banyak berkeringat mungkin berisiko lebih tinggi daripada yang lain.

7. Diet tertentu

Mengonsumsi makanan yang tinggi protein, natrium (garam), dan gula dapat meningkatkan risiko beberapa jenis batu ginjal. 

Ini terutama bagi mereka yang diet tinggi sodium. Terlalu banyak garam dalam diet meningkatkan jumlah kalsium yang harus disaring oleh ginjal dan secara signifikan meningkatkan risiko batu ginjal.

8. Kegemukan

Indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi, ukuran pinggang yang besar, dan penambahan berat badan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal.

Baca Juga: Bisa Turunkan Darah Tinggi, Ini Sederet Manfaat Labu untuk Kesehatan Lainnya

9. Penyakit pencernaan dan pembedahan

Operasi bypass lambung, penyakit radang usus atau diare kronis dapat menyebabkan perubahan dalam proses pencernaan yang mempengaruhi penyerapan kalsium dan air, meningkatkan jumlah zat pembentuk batu dalam urin.

10. Kondisi medis lain seperti asidosis tubulus ginjal, sistinuria, hiperparatiroidisme, dan infeksi saluran kemih berulang juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

11. Suplemen dan obat-obatan tertentu, seperti vitamin C, suplemen makanan, obat pencahar (bila digunakan secara berlebihan), antasida berbasis kalsium, dan obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati migrain atau depresi, dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

Baca Juga: Badan Anti Loyo, Konsumsi Buah-Sayur Dengan Kandungan Air Tinggi Ini

Gejala batu ginjal 

Sementara itu, dilansir dari Healthline, beberapa gejala batu ginjal adalah sebagai berikut:

1. Sakit pinggang, punggung, dan perut 

Nyeri karena batu ginjal atau kolik ginjal adalah jenis nyeri dengan derajat rasa sakit paling parah. 

Biasanya, rasa sakit mulai terasa parah saat batu ginjal bergerak ke ureter. Beberapa penderita batu ginjal menyebut rasa sakitnya setara dengan melahirkan atau ditusuk dengan pisau. 

Rasa sakitnya bisa terasa di pinggang, punggung, di bawah tulang rusuk, dan menjalar ke perut sampai selangkangan. 

2. Kencing terasa sakit atau panas

Gejala batu ginjal selanjutnya adalah kencing terasa sakit atau panas. Setelah batu ginjal mencapai persimpangan antara ureter dan kandung kemih, penderita penyakit batu ginjal bisa merasakan nyeri. 

Kondisi ini dalam dunia medis disebut disuria. Rasa sakitnya bisa terasa tajam atau panas mirip terbakar. 

Karena gejala batu ginjal ini mirip penyakit lain, beberapa penderita batu ginjal mengira penyakitnya adalah infeksi saluran kemih.

Baca Juga: 9 Gejala Batu Ginjal, Cek Juga Jenis-jenisnya

3. Sering kencing 

Keinginan sering kencing padahal Anda tidak sedang banyak minum bisa jadi tanda batu ginjal mulai bergerak ke bawah saluran kencing. 

Dalam tahap ini, penderita batu ginjal bisa sering kecing sepanjang siang dan malah hari. 

4. Ada darah dalam urine

Darah dalam urine adalah ciri-ciri sakit batu ginjal yang paling umum. Kondisi ini disebut hematuria. 

Darah dalam urine penderita batu ginjal bisa berwarna merah, merah muda, atau cokelat. Terkadang, darah ini ukurannya sangat kecil, sehingga hanya bisa dilihat dengan mikroskop.

5. Air seni keruh atau berbau 

Urine yang sehat umumnya berwarna jernih dan tidak berbau. Air seni yang keruh dan berbau tak sedap bisa jadi tanda infeksi pada ginjal atau saluran kencing. 

Urine yang keruh tersebut dipengaruhi nanah di dalam urine atau piuria. Sedangkan baunya berasal dari bakteri karena saluran kencing terinfeksi dan konsentrasi urine yang mengandung banyak mineral.

Baca Juga: 7 Obat Herbal Asam Urat Ampuh dan Cara Membuatnya di Rumah

6. Kencing sedikit atau anyang-anyangan

Batu ginjal tak jarang tersangkut di ureter dan menimbulkan penyumbatan. Kondisi ini dapat menghambat aliran kencing. 

Jika ada penyumbatan di saluran kencing, buang air kecil jadi tak lancar dan hanya bisa keluar sedikit sedikit. Saat kencing tidak bisa keluar sama sekali, penderita batu ginjal sudah mengalami kondisi darurat medis. 

7. Mual dan muntah 

Ciri-ciri sakit batu ginjal yang umum lainnya adalah mual dan muntah. Gejala batu ginjal ini bisa muncul karena sinyal dari saraf antara ginjal dan saluran kencing direspons dengan rasa tak nyaman di perut. 

Mual dan muntah juga bisa jadi cara tubuh merespons nyeri hebat. 

8. Demam dan meriang

Demam dan meriang bisa jadi tanda tubuh mengalami infeksi di ginjal atau bagian tubuh lainnya.

Seseorang dikatakan demam apabila hasil pengukuran suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celcius. Ketika suhu tubuh sedang tinggi, seseorang bisa menggigil atau meriang. 

Penderita batu ginjal yang mengalami demam dan meriang, umumnya sudah mengalami komplikasi serius karena batu ginjal.

Baca Juga: Sederet Manfaat Daun Sirih Cina untuk Kesehatan dan Cara Merebusnya

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami:

  • Nyeri sangat parah sehingga Anda tidak dapat duduk diam atau menemukan posisi yang nyaman
  • Nyeri disertai mual dan muntah
  • Nyeri disertai demam dan menggigil
  • Darah dalam urin Anda
  • Kesulitan buang air kecil

Baca Juga: Intip 9 Makanan untuk Kesehatan Ginjal sampai Cegah Penyakitnya

Pengobatan batu ginjal 


Pengobatan batu ginjal

Pengobatan batu ginjal berbeda-beda, tergantung jenis batu dan penyebabnya.

Sebagian besar batu ginjal kecil tidak memerlukan perawatan invasif. Anda mungkin dapat mengobati batu kecil dengan:

1. Air minum

Minum sebanyak 2 hingga 3 liter (1,8 hingga 3,6 liter) sehari akan membuat urin encer dan dapat mencegah pembentukan batu. 

2. Pereda nyeri

Batu ginjal kecil dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Untuk meredakan nyeri ringan, dokter mungkin merekomendasikan obat pereda nyeri seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) atau naproxen sodium (Aleve).

3. Terapi medis

Terapi medis juga salah satu cara pengobatan batu ginjal. Jenis obat ini, yang dikenal sebagai penghambat alfa, melemaskan otot-otot di ureter, membantu mengeluarkan batu ginjal lebih cepat dan dengan lebih sedikit rasa sakit.

Contoh penghambat alfa termasuk tamsulosin (Flomax) dan kombinasi obat dutasteride dan tamsulosin (Jalyn).

Baca Juga: Ciri-Ciri Asam Urat di Tangan & Kaki, Cek Cara Menurunkan Asam Urat Alami & Obat

4. Menggunakan gelombang suara untuk memecah batu ginjal 

Untuk batu ginjal tertentu tergantung pada ukuran dan lokasi, dokter mungkin merekomendasikan prosedur yang disebut lithotripsy gelombang kejut ekstrakorporeal (ESWL).

ESWL menggunakan gelombang suara untuk menciptakan getaran kuat (gelombang kejut) yang memecah batu menjadi potongan-potongan kecil yang dapat dikeluarkan melalui urin. 

Prosedur ini berlangsung sekitar 45 hingga 60 menit dan dapat menyebabkan rasa sakit sedang. Namun, jangan khawatir sebab penderita batu ginjal biasanya akan dibius untuk menjalani prosedur ini. 

ESWL dapat menyebabkan darah dalam urin, memar di punggung atau perut, pendarahan di sekitar ginjal dan organ lain yang berdekatan, dan rasa tidak nyaman saat pecahan batu melewati saluran kemih.

5. Pembedahan atau operasi 

Pembedahan untuk mengangkat batu yang sangat besar di ginjal. 

Demikian ulasan mengenai penyakit batu ginjal, gejala batu ginjal, penyebab batu ginjal, dan pengobatan batu ginjal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×