Kesehatan Umum

Bahaya! Cahaya HP bisa sebabkan penyakit kanker perut

Minggu, 02 Agustus 2020 | 09:00 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Bahaya! Cahaya HP bisa sebabkan penyakit kanker perut

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hampir semua orang menggunakan HP untuk berbagai keperluan. Sayangnya, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Barcelona Institute for Global Health, cahaya biru yang terpancar dari HP bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit, seperti penyakit kanker perut.

Baca Juga: Waspada! Inilah penyebab dada terasa sakit dan nyeri

Bersumber dari The Telegraph (telegraph.co.uk), cahaya biru yang dipancarkan HP, apalagi saat digunakan di ruangan yang gelap, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker perut sebanyak 60%.

Kanker perut atau kanker kolorektal atau kanker kolon menyerang lebih dari 250 ribu masyarakat Amerika Serikat dan menjadi kanker kedua yang menyebabkan kematian.

Masih dari laman yang sama, The Telegraph menyebutkan ada 2.000 orang dewasa di Barcelona dan Madrid yang dilibatkan dalam penelitian. Sebanyak 650 dari mereka terdeteksi menderita kanker perut. Hasil penelitian juga didukung oleh bantuan gambar dari International Space Station.

Area dengan paparan cahaya biru lebih banyak beresiko terkena kanker perut 60% lebih besar dari area dengan paparan cahaya biru yang lebih sedikit.

Paparan cahaya biru dari jarak dekat dan dalam jangka waktu yang lama menyebabkan jumlah melatonin dalam tubuh menurun.

Baca Juga: 4 alasan kenapa iritasi pada selangkangan bisa terjadi

Melatonin memiliki fungsi penting, termasuk berfungsi mengatur jam biologis tubuh, berperan sebagai antioksidan dan antiinflammatory. Jika terganggu, irama sirkadian yang memengaruhi jumlah hormon akan meningkatkan resiko kanker prostat dan kanker payudara. 

Pada 2018 Barcelona Institute for Global Health mengatakan hasil analisis dari 4 ribu orang di 11 daerah Spanyol menunjukkan bahwa paparan cahaya LED bisa memperbanyak resiko kanker prostat sebanyak dua kali, di mana 1,5 kali lebih tinggi dari resiko kanker payudara.

Editor: Belladina Biananda


Terbaru