Tips Sehat

Tidak ingin terkena kanker payudara? Begini cara mencegahnya

Senin, 13 Juli 2020 | 15:56 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Tidak ingin terkena kanker payudara? Begini cara mencegahnya

ILUSTRASI. Visitors walk past a sculpture of a pink ribbon installed to promote the 'Pink Ribbon' breast cancer awareness campaign at Cheonggye Stream in central Seoul October 5, 2011. The annual campaign is held to promote awareness of breast cancer and to support

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kanker Payudara jadi salah satu kanker yang banyak menyerang perempuan di dunia. Anda tidak inginkan terkena kanker di usia muda, lakukan tips kesehatan berikut ini. 

Para ahli menyatakan belum menemukan jalan untuk mencegah perempuan terkena kanker payudara. Namun, mereka merekomendasikan beberapa aktivitas yang dapat mencegah perempuan terkena kanker payudara.  

Baca Juga: Kelly Preston, istri John Travolta meninggal dunia karena kanker payudara

Kanker payudara menjadi penyakit yang mengancam perempuan di seluruh dunia. Berdasarkan penelitian para ilmuwan, penyakit ini merupakan penyakit turunan.

Sayangnya, saat ini hasil penelitian tersebut sudah tidak relevan. Mengutip dari situs American Cancer Sociaty, kebanyakan mereka yang menderita kanker payudara bukan dari turunan keluarga.

Sampai hari ini para ilmuwan belum menemukan jalan untuk mencegah penyakit kanker payudara. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan payudara.

Kontrol berat badan  

Anda harus memperhatikan berat badan. Bila Anda adalah golongan orang-orang obesitas segeralah berolaraga. Karena, kegemukan dapat meningkatkan resiko terkena kanker panyudara.

Hal ini wajib dilakukan untuk Anda yang sudah menopause. Alasannya, hormon estrogen yang diproduksi tubuh Anda berasal dari lemak. Saat tubuh mempunyai terlalu banyak lemak maka rentan terkena kanker payudara.

Selain itu, perempuan yang menjelang dewasa juga harus menjaga berat badan. Karena, tubuh mereka cenderung memiliki kadar insulin yang tinggi daripada hormon lainnya. Asal tahu saja, tingkat kadar insulin dalam tubuh berhubungan dengan resiko kanker, termasuk kanker payudara.

Bila Anda sudah memiliki berat badan yang ideal atau sehat, maka pertahankanlah. Saat Anda mendapati berat badan naik sebaiknya segera berdiet.

Olahraga teratur

Anda wajib berolahraga secara teratur. Banyak penelitian yang menujukkan bahwa olahraga merupakan kebiasaan yang baik untuk menjaga kesehatan payudara.

American Cancer Society menyarankan Anda dapat berolahraga minimal 75-150 menit dalam seminggu. Dalam tempo waktu tersebut Anda dapat melakukan olahraga sedang atau tinggi. Contohnya, Anda bisa melakukan olahraga jalan cepat.

Perlu diperhatikan, sebaiknya Anda tidak berolahraga berlebihan. Agar tubuh selalu dalam keadaan sehat dan prima.

Jangan duduk terlalu lama

Anda sebaiknya menghindari duduk terlalu lama. Banyak penelitian membuktikan bahwa perempuan yang duduk terlalu lama bisa meningkatkan resiko penyakit kanker.

Hasil penelitian American Cancer Society menyebutkan perempuan yang duduk selama enam jam atau lebih dan tidak bekerja beresiko 10% lebih tinggi terjangkit kanker payudara. Mereka yang duduk terlalu lama juga bisa meningkatkan potensi terkena jenis kanker lainnya.  

Batasi konsumsi alkoho

Anda harus batasi konsumsi minuman beralkohol. Penelitian menunjukkan perempuan yang minum dua sampai tiga gelas alkohol per hari meningkatkan resiko kanker payudara 20% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak minum minuman keras.

Sedangkan, perempuan yang minum segelas alkohol perhari mempunyai pontensi terkena kanker payudara 7-10 % lebih tinggi.

American Cancer Society merekomendasikan, Anda sebaiknya mengkonsumsi alkohol tidak lebih satu gelas per hari. Untuk ukurannya, Anda dapat minum 12 ons bir, lima ons wine, atau 1,5 ons minuman keras jenis lainnya.

Batasi terapi hormon

Anda sebaiknya membatasi terapi penggantian hormon. Umumnya para perempuan melakukan terapi ini saat muda. Tujuan mereka adalah untuk mengendalikan hot flashes, gejala menopause dan lainnya.

Sayangnya, perempuan yang melakukan terapi tersebut malah lebih beresiko terkena kanker payudara. Biasanya, resiko penyakit ini meningkat setelah empat tahun digunakan. Dan, resiko ini mulai turun dalam lima tahun pasca menghentikan terapi tersebut.

Nah, sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter bila ingin melakukan terapi tersebut. Namun, bila Anda memaksa untuk melakukan terapi tersebut maka pilihlah terapi dosis rendah. Dan, sebaiknya tidak terlalu lama melakukan terapi tersebut. 

Baca Juga: Ini loh manfaat kencur untuk kesehatan tubuh Anda

 

 

Editor: Tri Sulistiowati


Terbaru