kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,27   6,91   0.74%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bagi Penderita Diabetes, Ini 10 Buah dan Sayur Agar Gula Darah tetap Rendah


Senin, 27 Maret 2023 / 07:36 WIB
Bagi Penderita Diabetes, Ini 10 Buah dan Sayur Agar Gula Darah tetap Rendah
ILUSTRASI. Ada 10 buah dan sayur yang direkomendasikan untuk menjaga gula darah Anda tetap rendah.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Bagi penderita diabetes, peningkatan glukosa darah jangka panjang dapat menyebabkan masalah dalam bentuk peningkatan risiko penyakit jantung, penyakit ginjal, dan kehilangan penglihatan. Dan jika Anda memiliki pradiabetes, Anda pasti ingin memperhatikan kadar gula yang masuk dalam tubuh.

Mengurangi konsumsi permen memainkan peran utama dalam mengelola gula dalam tubuh. Meski demikian, Anda tidak harus menghilangkan semua makanan manis untuk menjaga kadar gula Anda tetap rendah. 

Beberapa buah bisa menjadi pilihan yang sangat membantu. Memang, tidak ada buah yang benar-benar menurunkan glukosa darah Anda (karena bagaimanapun juga, buah mengandung gula). Tetapi beberapa pilihan lebih baik daripada yang lain.

Berikut adalah 10 buah dan sayur yang direkomendasikan untuk menjaga gula darah Anda tetap rendah seperti yang dilansir dari Eat This Not That dan Healthline:

1. Brokoli  

Sayuran ini mengandung sulforaphane, yakni jenis isothiocyanate yang memiliki sifat penurun gula darah.  

Sulforaphane dihasilkan ketika brokoli dicincang atau dikunyah karena reaksi antara senyawa glukosinolat yang disebut glukoraphanin dan enzim myrosinase. Keduanya terkonsentrasi di brokoli.  

Penelitian atas hewan dan manusia menunjukkan, ekstrak brokoli kaya sulforaphane memiliki efek antidiabetes yang kuat, membantu meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi gula darah dan penanda stres oksidatif.  

Sementara kecambah brokoli adalah sumber glukosinolat terkonsentrasi seperti glukoraphanin, dan terbukti membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2 ketika diekstrak.  

Cara terbaik untuk meningkatkan ketersediaan sulforaphane adalah dengan menikmati brokoli dan kecambah brokoli mentah atau dikukus ringan, atawa menambahkan sumber aktif myrosinase seperti bubuk biji mustard ke brokoli yang dimasak. 

Baca Juga: 6 Minuman yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan Penderita Diabetes

2. Labu dan biji labu  

Berwarna cerah dan dikemas dengan serat dan antioksidan, labu adalah pilihan tepat untuk pengaturan gula darah. Faktanya, labu digunakan sebagai obat diabetes tradisional di banyak negara, seperti Meksiko dan Iran.  

Labu kaya akan karbohidrat yang disebut polisakarida, yang telah dipelajari potensinya dalam mengatur gula darah.  Perawatan dengan ekstrak dan bubuk labu telah terbukti secara signifikan menurunkan kadar gula darah pada penelitian pada manusia dan hewan.  

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana labu utuh, seperti saat dipanggang atau dikukus, bisa bermanfaat untuk menurunkan gula darah.  

Sementara biji labu dikemas dengan lemak dan protein sehat, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk mengontrol gula darah juga.  Sebuah studi pada 2018 terhadap 40 orang menemukan, mengonsumsi 2 ons atau 65 gram biji labu mengurangi gula darah pasca makan hingga 35% dibandingkan dengan kelompok kontrol. 

Baca Juga: 7 Manfaat Sirih Cina, Salah Satunya Menurunkan Kolesterol Tinggi




TERBARU

[X]
×