kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Awas! Perokok aktif yang menjalani operasi berisiko terkena penyakit komplikasi


Sabtu, 25 Januari 2020 / 09:00 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

Selain itu, rokok juga merusak paru-paru sehingga udara tidak bisa mengalir dengan lancar. Yang tidak kalah penting, merokok merusak sistem kekebalan tubuh dan bisa menunda penyembuhan. Efek buruknya, luka bekas operasi bisa infeksi. 

"Dokter, keluarga, dan lainnya harus mendukung pasien untuk berhenti merokok sebelum operasi," kata Shams Syed, Koordinator Kualitas Perawatan WHO. 

Baca Juga: Setelah Wuhan, China isolasi Kota Huanggang demi cegah virus corona

WHO mendorong setiap negara untuk melakukan kampanye berhenti merokok. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. 

Sumber : World Health Organization
  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×