kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Awas! Perokok aktif yang menjalani operasi berisiko terkena penyakit komplikasi


Sabtu, 25 Januari 2020 / 09:00 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - Perokok aktif berisiko terkena penyakit komplikasi pasca melakukan operasi. Kandungan zat di dalam rokok pun bisa memperlambat penyembuhan luka operasi. 

Apakah Anda termasuk di dalam golongan perokok aktif dan akan menjalani operasi? Sebaiknya Anda segera berhenti merokok sekarang juga. 

Penelitian World Health Organization (WHO) bersama Newcastle University, dan World Federation of Societies of Anaesthesiologists (WFSA) lakukan menyebutkan, perokok aktif memiliki risiko terkena gangguan fungsi jantung, paru-paru, dan infeksi serta perlambatan penyembuhan luka.

Baca Juga: Sumber asli dari virus corona baru? Kemungkinan ular krait

Hasil penelitian tersebut menunjukkan, kesehatan seseorang meningkat 19% ketika seseorang tidak merokok selama empat minggu. Hal ini disebabkan aliran darah ke seluruh tubuh dan organ-organ penting meningkat. 

Asal tahu saja, rokok mengandung nikotin dan karbon monoksida yang bisa menurunkan kadar oksigen. Alhasil, aliran peredaran darah pun melambat. 




TERBARU

[X]
×