kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Awas! Gejala kehilangan bau dan rasa pada pasien Covid-19 bisa bertahan 5 bulan


Kamis, 25 Februari 2021 / 09:37 WIB
ILUSTRASI. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa gejala itu dapat berlanjut hingga lima bulan setelah gejala pertama kali muncul. Tribunnews/Jeprima


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Melansir Science Tech Daily, Senin (22/2/2021), studi tersebut melibatkan 813 petugas kesehatan yang positif Covid-19. 

Setiap orang mengikuti kuesioner online dan tes di rumah untuk mengevaluasi indera perasa dan penciuman mereka, rata-rata lima bulan setelah diagnosis. Mereka menilai indra perasa dan penciuman mereka pada skala dari 0 sampai 10. 

Nol berarti tidak ada indra sama sekali dan 10 berarti indra perasa atau penciuman yang kuat. Para peneliti menemukan rata-rata orang tidak mendapatkan kembali indra penciuman mereka sepenuhnya. 

Kehilangan penciuman 

Sebanyak 580 orang kehilangan indra penciuman selama awal penyakit. Dari kelompok ini, sebanyak 297 peserta atau 51%, mengatakan mereka masih belum mendapatkan kembali indra penciumannya lima bulan kemudian. 

Sementara itu sebanyak 134 peserta atau 17%, terus-menerus kehilangan penciuman saat dievaluasi dengan tes di rumah. 

Baca Juga: Letih termasuk gejala Covid-19, ini cara membedakan dengan keletihan biasa

Rata-rata, orang memeringkat indra penciuman mereka pada tujuh dari 10 setelah sakit, dibandingkan dengan 9 dari 10 sebelum mereka sakit. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×