kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Asam urat lebih banyak menyerang kaum pria? Ini hasil penelitiannya


Rabu, 08 Juli 2020 / 06:45 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

Melansir Buku Asam Urat (2011) oleh Dr. dr. Joewono Soeroso, Sp.PD-KR, M.Sc. dan Hafid Algristian, Sp.Ked., penyakit asam urat sebenarnya tidak hanya menyerang kaum pria, tapi juga wanita. 

Namun, pria memang memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyakit asam urat. Hal itu dikarenakan, tubuh wanita dapat memproduksi hormon estrogen yang bisa  menurunkan risiko penumpukan asam urat. 

Baca Juga: Tidak ingin terkena asam urat? Hindari makanan dan minuman ini

Pada wanita, hormon estrogen membuat pengeluaran asam urat dari dalam tubuh lebih efektif. Baru pada saat menopause, hormon estrogen pada wanita tidak langsung diproduksi. Pada masa inilah, wanita memiliki kemungkinan lebih besar terserang asam urat. 

Melansir Mayo Clinic, dijelaskan pula, bahwa gout lebih sering terjadi pada pria, terutama karena wanita cenderung memiliki kadar asam urat yang lebih rendah. 

Hal itu bisa tercermin dari perbedaan kadar asam urat normal pada pria yang lebih tinggi daripada wanita. Namun, setelah menopause, kadar asam urat wanita bisa mendekati pria. 

Baca Juga: Berikut obat herbal yang ampuh menurunkan kadar asam urat tinggi

Pria juga lebih mungkin terkena gout lebih awal, biasanya antara usia 30 dan 50 tahun, sedangkan wanita pada umumnya mengalami tanda dan gejala asam urat setelah menopause. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×