kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.136.000 0,26%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Apa Penyebab Bisul dan Obatnya?


Rabu, 11 Januari 2023 / 10:34 WIB
Apa Penyebab Bisul dan Obatnya?
ILUSTRASI. Bisul


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Beberapa penyebab bisul dapat Anda temukan di artikel ini. Bisul adalah salah satu penyakit infeksi yang paling umum menjangkiti setiap orang. 

Bisul atau juga dikenal furunkel adalah benjolan merah pada kulit yang berisi nanah dan terasa nyeri. Bentuk bisul cenderung kecil, seukuran kacang polong.

Pada mulanya berupa bintik sebelum kemudian menjadi keras. Benjolan tersebut dapat terus membesar dan berisi nanah. 

Baca Juga: Gula Darah Bisa Naik dari Jam 2 Dini Hari hingga 8 Pagi, Ini 6 Cara Menurunkannya

Setelah mengeras, bisul cenderung menjadi lebih lembut. Akhirnya, ujung kuning atau putih bisa terbentuk dan pecah. Nanah bisa keluar dari bisul jika pecah.

Bisul juga bisa mengeluarkan cairan bening. Bisul dapat terus tumbuh hingga cukup besar, bahkan bisa mencapai ukuran bola golf.

Lantas, apa saja penyebab bisul dan apa obatnya?

Baca Juga: Cara Mengobati Bisul Agar Cepat Kempes, Alami Tanpa Obat

Penyebab bisul

Penyebab bisul yakni infeksi bakteri yang memicu peradangan pada folikel rambut, yaitu tempat tumbuhnya rambut.

Dikutip dari Betterhealth, penyebab bisul paling umum, termasuk penyebab bisul di bokong, adalah bakteri bernama Staphylococcus aureus.

Bakteri ini biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan berbagai infeksi ringan hingga berat, jika mencapai jaringan yang lebih dalam. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui luka yang ada di kulit. 

Baca Juga: Simak 5 Manfaat Melinjo Untuk Kesehatan, Yuk Catat!

Area tubuh tertentu lebih rentan terkena bisul, termasuk wajah, tenggorokan, ketiak, selangkangan, dan bokong. Bisul juga bisa muncul di kelopak mata yang dikenal sebagai tembel.

Bisul biasanya sembuh dengan sendirinya, tetapi kasus yang parah atau berulang membutuhkan perawatan medis, seperti penggunaan antibiotik.

Perawatan medis untuk bisul yang parah mungkin termasuk menggunakan antibiotik dan metode lancing (pengeringan).

Meski tergolong infeksi ringan, jangan pula meremehkan bisul. Ada risiko kecil bahwa bakteri ini dapat menyebar dari bisul ke area lain di tubuh.

Baca Juga: Sederet Manfaat Daun Sirsak untuk Kesehatan, Bisa Mengobati Anemia

Infeksi dapat menyebabkan peradangan pada banyak organ dan jaringan, termasuk tulang, (osteomielitis), jantung (endokarditis), paru-paru (pneumonia), kulit (impetigo), dan vena (flebitis septik).

Nah, apabila bisul terjadi di area mata dan hidung, Anda juga perlu waspada. Bisul di sekitar mata dan hidung sebaiknya ditangani oleh dokter, karena infeksi ini dapat masuk ke aliran darah dan mencapai otak. 

Faktor risiko tinggi penyebab bisul

Luka, lecet, atau goresan memungkinkan bakteri bisa masuk ke jaringan yang lebih dalam. Faktor-faktor risiko tertentu membuat seseorang lebih rentan terhadap wabah bisul, antara lain:

Baca Juga: 4 Cara Alami Mengobati Luka Bakar Ringan yang Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

1. Diabetes

Bisul berulang mungkin merupakan gejala diabetes yang tidak terkontrol, terutama bagi orang berusia di atas 40 tahun.

2. Kebersihan

Kebersihan yang buruk misalnya keringat dan sel kulit mati di lipatan dan celah alami, seperti ketiak, menyediakan rumah yang ramah bagi bakteri.

Baca Juga: Kentang Baik atau Buruk untuk Kesehatan Penderita Tekanan Darah Tinggi

3. Nutrisi

Nutrisi yang tidak memadai dapat mengurangi kekebalan tubuh alami seseorang.

4. Kulit pecah-pecah

Kondisi kulit lainnya, seperti eksim, dapat merusak permukaan kulit.

Baca Juga: 9 Faktor Risiko Penyebab Gangguan Asam Lambung, Catat Pula Cara Mengatasinya

Apa obat bisul?

Dikutip dari laman Medical News Today, berikut ini cara mengobati bisul agar cepat kempes sebagaimana direkomendasikan American Academy of Dermatology:

  • Buat kompres hangat dengan merendam kain bersih dalam air panas.
  • Oleskan kompres ke area yang terkena bisul selama 10 hingga 15 menit, sekitar 3 atau 4 kali sehari, hingga mengeluarkan nanah.
  • Pertimbangkan untuk mengonsumsi ibuprofen atau acetaminophen jika bisul terasa nyeri.
  • Jaga kebersihan area. Hindari menyentuh atau menggosoknya.
  • Jika bisul pecah, tutupi dengan perban atau kain kasa untuk mencegah penyebaran bakteri.

Baca Juga: Ciri-Ciri Diabetes Ini Sering Diabaikan, Cek Buah Yang Aman Untuk Penderita Diabetes

Bisul yang disebabkan oleh MRSA mungkin memerlukan perawatan yang lebih ekstensif atau tambahan.

Hindari memencet, meremas, atau menusuk bisul di rumah karena dapat menyebabkan bisul menjadi lebih meradang dan memperburuk infeksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×