Kesehatan Anak

​Apa itu TTN pada bayi baru lahir yang dialami anak Oki Setiana Dewi?

Kamis, 19 November 2020 | 06:35 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Apa itu TTN pada bayi baru lahir yang dialami anak Oki Setiana Dewi?

ILUSTRASI. JAKARTA,17/04-Bayi memakai 'Face Shield' di RSIA Tambak, Jakarta, Jumat (17/04).KONTAN/Fransiskus Simbolon


KONTAN.CO.ID -  Aktris Oki Setiana Dewi baru saja melahirkan anak keempatnya pada Senin (16/11/2020). 

Pada umumnya, bayi yang baru lahir akan menangis kencang, namun berbeda dengan anak Oki Setiana Dewi yang tidak mengeluarkan suara tangisan setelah dilahirkan. 

Ternyata, bayi yang berjenis kelamin laki-laki tersebut harus dirawat di NICU karena mengalami Transient Tachypnea of Newborn (TTN). TTN terjadi pada bayi yang baru lahir. 

Kondisi yang sama juga pernah dialami oleh anak kelima pasangan Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo yang sempat menderita TTN. 

Lantas, apa itu TTN pada bayi baru lahir? 

Baca Juga: Waspadai penyebab bayi kuning dan kenali gejalanya

Apa itu TTN? 

TTN pada bayi baru lahir

Dirangkum dari Stanford Childrens, TTN adalah gangguan pernapasan karena keterlambatan paru-paru mengeluarkan cairan yang bertumpuk pada janin setelah lahir. 

Transient artinya tidak berlangsung lama sedangkan tachypnea memiliki arti bernapas dengan cepat. 

Bayi-bayi yang mengalami TTN biasanya harus dirawat dan diawasi di rumah sakit lantaran beberapa bayi dapat memerlukan tambahan oksigen. Sebagian besar bayi sembuh total dan tidak memiliki efek abadi pada pertumbuhan atau perkembangan anak.

Baca Juga: Halo ibu hamil! Hindari 4 jenis makanan ini ya, berbahaya...

Dilansir dari Kids Health, penyebab TTN pada bayi baru lahir adalah sebelum lahir, janin yang sedang berkembang tidak menggunakan paru-paru untuk bernapas. Bayi mendapatkan oksigen dari pembuluh darah plasenta.

Selama itu, paru-paru bayi dipenuhi dengan cairan. Selama persalina , tubuh bayi akan melepaskan bahan kimia yang berguna agar paru-paru dapat mengeluarkan cairan.

Setelah melahirkan, bayi bernafas untuk pertama kalinya menggunakan paru-paru, paru-paru terisi udara dan lebih banyak cairan dikeluarkan. Setiap cairan yang tersisa kemudian diserap perlahan-lahan melalui aliran darah dan sistem limfatik. 

Bayi dengan TTN memiliki cairan ekstra di paru-parunya atau cairannya keluar terlalu lambat. Jadi mereka harus bernapas lebih cepat dan lebih keras untuk mendapatkan oksigen yang cukup ke paru-paru.

Baca Juga: 8 Makanan bergizi untuk ibu hamil

Gejala TTN 

TTN pada bayi baru lahir

Gejala TTN pada bayi baru lahir meliputi: 

  • Napas bayi sangat cepat, hingga 60 napas per menit.
  • Suara mendengus saat bayi bernapas (menghembuskan napas).
  • Lubang hidung melebar saat bernapas atau kepala terayun-ayun.
  • Kulit tertarik di antara tulang rusuk atau di bawah tulang rusuk saat setiap kali bernapas (dikenal sebagai retraksi).
  • Kulit kebiruan di sekitar mulut dan hidung (disebut sianosis).

Bayi yang berisiko terkena TTN antara lain sebagai berikut:

  • Bayi prematur, karena paru-parunya belum sepenuhnya berkembang. 
  • Bayi yang dilahirkan persalinan cepat atau bedah caesar tanpa persalinan. 
  • Bayi yang ibunya mengidap asma atau diabetes.

Baca Juga: Wow! Minum kopi bisa meningkatkan daya taha tubuh loh

Perawatan bayi dengan TTN

Perawatan bayi dengan TTN biasanya terdiri atas: 

  • Pemberian oksigen tambahan Tes darah Tekanan jalan napas positif yang terus-menerus Cairan IV (intravena) Tube feeding. 
  • Beberapa bayi TTN yang diberi oksigen tambahan, dipasang tabung kecil di bawah hidung yang disebut nasal cannula. 
  • Bayi yang mendapat oksigen ekstra tetapi masih kesulitan bernapas mungkin perlu tekanan udara positif terus menerus (CPAP) agar paru-paru tidak kolaps.

Selanjutnya: 7 Cara merawat kesehatan telinga dan pendengaran

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani


Terbaru