kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Apa Itu Penyakit OCD? Ini Bedanya Obsesi Bagi Penderita OCD dan Orang Biasa


Jumat, 28 Januari 2022 / 11:55 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi OCD adalah penyakit gangguan kesehatan mental.


Penulis: Virdita Ratriani

Namun, mereka merasakan khawatir sejenak dan kemudian bisa melanjutkan aktivitasnya seperti biasa. Sementara, obsesi pada penderita OCD yakni pikiran mengganggu ini sering datang dan memicu kecemasan ekstrem yang menghalangi fungsi atau beraktivitas sehari-hari.

Salah satu gejala obsesi yang biasa dialami oleh penderita OCD antara lain: 

  • Takut terkontaminsi oleh sesuatu seperti cairan tubuh (contoh: urin, feses), kuman/penyakit (contoh: herpes, HIV), radiasi, maupun bahan kimia rumah tangga. 
  • Takut kehilangan kontrol dan melukai diri sendiri
  • Takut bertanggung jawab atas sesuatu yang mengerikan terjadi (contoh: kebakaran, perampokan)
  • Takut merugikan orang lain karena kurang hati-hati (contoh: menjatuhkan sesuatu ke tanah yang dapat menyebabkan seseorang terpeleset dan melukai dirinya sendiri)
  • Obsesi terkait perfeksionisme
  • Kekhawatiran tentang kerapian atau ketepatan dalam meletakkan sesuatu
  • Kekhawatiran memiliki penyakit fisik atau penyakit (bukan oleh kontaminasi, misalnya kanker)
  • Ide takhayul tentang angka keberuntungan / sial warna tertentu

Baca Juga: Catat! Inilah 5 Gejala Asam Lambung Naik yang Jarang Disadari




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

[X]
×