Kesehatan Umum

Apa itu penyakit lupus? Ini penyebab, faktor pencetus, dan gejalanya

Jumat, 16 April 2021 | 14:35 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Apa itu penyakit lupus? Ini penyebab, faktor pencetus, dan gejalanya

ILUSTRASI. Kombinasi dari berbagai faktor antara lain lingkungan seperti merokok, hormonal, kelainan pada sistim imun, dan faktor genetik diduga menjadi penyebab lupus. REUTERS/Ann Wang

KONTAN.CO.ID - Penyakit lupus adalah salah satu penyakit autoimun. Kenali penyebab dan gejalanya.

Mengutip laman Perhimpunan Reumatologi Indonesia, autoimun adalah kondisi di mana sistim imun di dalam tubuh tidak mampu membedakan antara kuman dan benda asing dari luar tubuh dengan sel-sel atau jaringan tubuh sendiri. 

Sehingga, sistem imun menyerang sel-sel dan jaringan tubuh sendiri. Penyakit lupus juga dikenal dengan istilah penyakit seribu wajah karena penampilan penyakitnya, gejala, dan tanda-tandanya sangat beragam dan banyak menyerupai penyakit lainnya. 

Penderita lupus bisa muncul gejala yang tidak khas dan samar-samar, yang menyebabkan kesulitan dalam mengenali penyakit lupus ini. 

Lupus banyak dijumpai pada wanita, terutama wanita usia reproduktif dibanding laki-laki, dan umur terbanyak adalah pada 15-45 tahun. Namun demikian, pada anak-anak dan usia lanjut juga bisa ditemukan.

Tidak ada satu pun pemeriksaan laboratorium tunggal yang dapat memastikan seseorang menderita lupus. Banyak penderita mengalami gejala-gejala lupus untuk beberapa tahun lamanya, sebelum mereka betul-betul ditetapkan menderita lupus.

Baca Juga: Tangan kesemutan terjadi karena 5 faktor ini, apa saja?

Penyebab lupus dan faktor pencetusnya

Lupus adalah penyakit yang kompleks dan sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti seseorang menderita lupus. 

Tapi, kombinasi dari berbagai faktor antara lain lingkungan, hormonal, kelainan pada sistim imun, dan faktor genetik diduga menjadi penyebab terjadinya lupus. 

Faktor lingkungan meliputi paparan sinar matahari, merokok, stres, obat-obatan tertentu, dan infeksi virus.  Faktor genetik berperan penting sebagai faktor penyebab lupus.

Meskipun demikian, tidak semua orang yang punya kecenderungan (predisposisi) genetik akan menderita lupus. 

Hanya sekitar 10% penderita lupus mempunyai orang tua atau saudara kembar yang juga menderita lupus. Penting sekali untuk memperhatikan faktor-faktor yang dapat mencetuskan atau memperberat gejala-gejala lupus. 

Beberapa faktor antara lain : paparan sinar matahari, kerja berat dan kurang istirahat, mengalami stres, menderita infeksi, trauma, menghentikan obat-obat lupus, dan penggunaan obat-obat tertentu.

Baca Juga: Jangan asal diet, ini 5 tanda tubuh kekurangan gizi penting

Gejala lupus 

Gejala dan tanda-tanda lupus berbeda antara satu penderita dengan penderita lain. Bahkan, dikatakan tidak ada dua orang yang mempunyai gejala dan tanda-tanda lupus yang sama. 

Beberapa penderita hanya memiliki sedikit gejala, sementara yang lainnya muncul dengan banyak gejala. Gejala dapat hilang timbul. Pada saat gejala muncul atau bertambah berat (flare) penderita merasa sakit, dan pada saat gejala menghilang (remisi) penderita merasa sehat.

Gejala yang umum ditemukan pada penderita lupus antara lain:

  • Nyeri dan kekakuan pada sendi tanpa disertai dengan pembengkakan, nyeri dan kelemahan pada otot. 
  • Demam yang tidak diketahui sebabnya. 
  • Perasaan sangat lelah. 
  • Bercak kemerahan pada muka yang menyerupai kupu-kupu ataupun bercak kemerahan pada kulit di tempat lain. 
  • Penurunan berat badan.
  • Sel darah merah yang rendah. 
  • Gangguan berpikir/mengingat ataupun kebingungan.
  • Gangguan pada ginjal. 
  • Nyeri dada pada waktu menarik napas yang dalam.
  • Timbul bercak kemerahan pada kulit jika terpapar sinar matahari. 
  • Rambut rontok. 
  • Ujung jari tangan atau kaki pucat atau keunguan jika terkena hawa dingin. 
  • Sementara gejala-gejala yang jarang adalah gangguan pembekuan darah, kejang-kejang, sariawan pada mulut atau hidung yang tidak nyeri, sakit kepala, kelumpuhan pada anggota gerak (stroke), mata kering dan gangguan kejiwaan berupa perasaan sedih. 

Selanjutnya: Sindrom nefrotik, apa saja penyebab dan komplikasinya?

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani
Terbaru