kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.525   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.750   -108,98   -1,59%
  • KOMPAS100 898   -17,43   -1,90%
  • LQ45 661   -8,88   -1,33%
  • ISSI 244   -4,42   -1,78%
  • IDX30 373   -3,61   -0,96%
  • IDXHIDIV20 457   -4,18   -0,91%
  • IDX80 102   -1,75   -1,69%
  • IDXV30 130   -2,02   -1,53%
  • IDXQ30 119   -1,14   -0,95%

8 Buah yang Bisa Dikonsumsi untuk Diet Ramah Diabetes


Minggu, 30 Juni 2024 / 03:23 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah buah seperti beri, jeruk, aprikot, dan ya, bahkan apel, bisa dikonsumsi untuk melakukan diet diabetes.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Melansir Everyday Health, berikut 8 buah yang ramah diabetes:

1. Aprikot 

Aprikot adalah salah satu buah terbaik untuk dimasukkan dalam daftar rencana diet diabetes. Satu aprikot hanya memiliki 17 kalori dan 4 g karbohidrat. 

Empat buah segar kecil aprikot menyediakan 134 mikrogram (mcg) kebutuhan vitamin A harian. Ini merupakan sumber nutrisi yang sangat baik. 

Vitamin A penting untuk penglihatan dan sistem kekebalan.

2. Pir

Pir adalah salah satu sumber serat yang sangat baik. Satu buah pir berukuran sedang mengandung hampir 5,5 g. Itu sebabnya, pir merupakan tambahan yang bijak untuk rencana makan diabetes Anda. 

3. Kiwi 

Seperti yang mungkin Anda ketahui, kulit kiwi yang berbulu cokelat menyembunyikan buah berwarna hijau cerah. 

Menurut USDA, kiwi pembangkit tenaga yang lezat adalah sumber vitamin C yang sangat baik dan memberi Anda sedikit potasium dan serat. 

Satu buah kiwi juga memiliki sekitar 48 kalori dan 11 g karbohidrat, sehingga merupakan tambahan yang cerdas untuk diet ramah diabetes Anda. 

4. Berries 

Berries adalah makanan super diabetes karena dikemas dengan antioksidan dan serat. Satu cangkir blueberry segar memiliki 84 kalori dan 21 gram (g) karbohidrat. 

Baca Juga: 13 Manfaat Bayam Merah, Menurunkan Kolesterol dan Berat Badan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×