7 Penyebab diare yang perlu diwaspadai

Senin, 21 September 2020 | 14:34 WIB   Reporter: Belladina Biananda
7 Penyebab diare yang perlu diwaspadai

ILUSTRASI. Kopi bisa jadi salah satu penyebab diare yang perlu Anda perhatikan.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada banyak penyebab diare yang Anda alami. Jika terus dibiarkan dan tak segera diatasi, kondisinya akan semakin parah sehingga kesehatan Anda terganggu. Beberapa makanan penyebab diare sering dikonsumsi tanpa disadari. Dengan mengetahui penyebab munculnya diare berikut, pengobatan akan semakin mudah Anda lakukan.

Jenis makanan penyebab diare

Beberapa jenis makanan, seperti laktosa, dapat menyebabkan masalah pencernaan sehingga diare tak bisa Anda hindari. Biasanya, laktosa ditemukan dalam makanan yang terbuat dari susu.

Bagi orang yang tak tahan dengan laktosa, mengonsumsi susu akan menyebabkan diare. Mengutip dari Medical News Today, makanan penyebab diare lainnya adalah alkohol, makanan pedas, dan kopi.

Infeksi

Diare juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit. Infeksi tersebut memicu peradangan dalam saluran pencernaan. Selain diare, gejala lain yang ditimbulkan oleh infeksi adalah muntah, mual, dan sakit perut.

Baca Juga: Ini penyebab sakit perut bagian bawah pada wanita

Radang Usus Besar

Penyebab diare lainnya yang disebutkan Medical News Today adalah radang usus besar. Selain menyebabkan diare, munculnya radang usus besar juga ditandai dengan sakit perut, nafsu makan menurun, iritasi mata dan kulit, serta kelelahan.

Pankreatitis

Penyebab diare juga bisa dikarenakan pankreatitis.

Selain usus besar, pankreas juga bisa mengalami peradangan yang menyebabkan diare. Hal itu merusak proses pemecahan lemak, zat tepung, dan protein. Sama seperti infeksi, diare yang disebabkan oleh pankreatitis juga memunculkan gejala lain, seperti mual, muntah, dan sakit perut.

Dumping Syndrome

Melansir dari Medical News Today, dumping syndrome adalah penyebab diare lain yang perlu Anda perhatikan. Dumping syndrome adalah kondisi di mana makanan bergerak terlalu cepat dalam sistem pencernaan.

Kondisi ini biasanya terjadi setelah seseorang menjalani operasi penurunan berat badan. Gejala lain yang dapat muncul, yaitu sakit perut, mual, muntah, dan detak jantuk tak beraturan.

Baca Juga: Penyebab BAB berdarah dan gejala yang muncul

Fibrosis Kistik

Fibrosis kistik merupakan penyakit keturunan yang menyebabkan penumpukan lendir dalam paru-paru dan sistem pencernaan sehingga memunculkan diare.
Selain menyebabkan diare, fibrosis kistik juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas, infeksi paru-paru berulang, batuk terus-menerus, dan sulit menaikkan berat badan.

Hipertiroidisme

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau terlalu banyak menghasilkan hormon bisa menimbulkan masalah. Selain jadi penyebab diare, hipertiroidisme juga dapat membuat mood tidak stabil, waktu tidur terganggu, berat badan turun, leher bengkak, dan mudah marah.

Selanjutnya: 4 Obat sakit perut alami yang perlu Anda coba

Editor: Belladina Biananda


Terbaru