kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

6 Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi dan Cara Pencegahannya


Kamis, 26 Januari 2023 / 15:18 WIB
6 Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi dan Cara Pencegahannya
ILUSTRASI. Penyebab keguguran yang paling sering terjadi.


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Keguguran adalah kondisi ketika berhentinya kehamilan sebelum embrio atau janin cukup berkembang untuk bertahan hidup. Ada beragam penyebab keguguran yang paling sering terjadi yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil.

Nah, biasanya keguguran terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan atau sebelum janin berusia 12 minggu. 

Namun, keguguran juga bisa terjadi saat janin sudah berusia di atas 20 minggu atau lahir mati. 

Lantas, apa saja penyebab keguguran yang paling sering terjadi? 

Baca Juga: Hamil Anggur: Ciri-ciri, Penyebab, Komplikasi, dan Cara Pencegahan

Penyebab keguguran yang paling sering terjadi 

Penyebab keguguran yang paling sering terjadi

Dirangkum dari laman Web MD, beberapa penyebab keguguran yang paling sering terjadi antara lain:  

1. Kromosom abnormal

Penyebab keguguran yang paling sering terjadi adalah kromosom abnormal. Jika keguguran terjadi dalam 12 minggu pertama, lebih dari separuhnya disebabkan oleh masalah pada kromosom bayi. 

Kromosom mengandung gen yang menentukan sifat unik pada bayi, seperti warna rambut dan mata. Seorang bayi tidak dapat tumbuh secara normal dengan jumlah kromosom yang salah atau dengan jumlah yang rusak. 

Baca Juga: Penyebab Kanker Serviks, Gejala, dan Pencegahannya

Kelainan pada kromosom bayi yang belum lahir dapat menyebabkan salah satu dari beberapa masalah, di antaranya adalah:

  • Blighted ovum (kehamilan anembrionik): Tidak ada embrio yang berkembang.
  • Kehamilan mola atau hamil anggur: Kedua set kromosom pada bayi berasal dari ayah, sedangkan tidak ada yang berasal dari ibu. Plasenta tidak tumbuh secara normal, dan janin tidak berkembang.
  • Kehamilan mola parsial: Ayah memberikan dua set kromosom sebagai tambahan set dari ibu. Embrio mungkin mulai berkembang tetapi segera berhenti.
  • Selain itu, terdapat beberapa kelainan kromosom yang dapat menyebabkan keguguran seperti trisomi 13, 18, 21 (Down Syndrome), monosomi (sindrom Turner), dan masalah kromosom seks lainnya.

Baca Juga: Aman dan Baikkah Kunyit Diminum Setiap Hari?

Berikut beberapa hal lain yang perlu diingat tentang kromosom abnormal:

  • Tidak ada cara untuk mencegah masalah kromosom terjadi.
  • Seiring bertambahnya usia, terutama saat hamil di atas usia 35 tahun, risiko mengalami masalah kromosom dan keguguran akan meningkat.
  • Keguguran akibat masalah kromosom biasanya tidak terjadi lagi pada kehamilan selanjutnya.

Baca Juga: Wajib Tahu! 7 Cara Meningkatkan Sperma yang Penting Untuk Diketahui

2. Kondisi medis ibu 

Penyebab keguguran yang paling sering terjadi adalah kondisi kesehatan ibu. Beberapa di antaranya termasuk:

  • Infeksi seperti cytomegalovirus atau rubella
  • Penyakit jangka panjang yang tidak terkontrol dengan baik seperti diabetes atau tekanan darah tinggi
  • Penyakit tiroid, lupus, dan gangguan autoimun lainnya
  • Masalah dengan rahim atau leher rahim, seperti fibroid, bentuk rahim yang tidak normal, atau leher rahim yang terbuka dan melebar terlalu dini, yang disebut insufisiensi serviks.
  • Infeksi PMS seperti klamidia, gonore, sifilis, atau HIV
  • Masalah pembekuan darah yang menghalangi pembuluh darah yang membawa aliran darah ke plasenta

Baca Juga: 7 Kandungan Lipstik yang Berbahaya bagi Kesehatan, Sebaiknya Dihindari!

3. Gaya hidup

Gaya hidup juga menjadi salah satu penyebab keguguran yang paling sering terjadi. Kebiasaan atau gaya hidup yang tidak sehat sebagai calon ibu dapat meningkatkan risiko keguguran. 

Berikut beberapa kebiasaan yang berbahaya bagi bayi yang sedang berkembang seperti merokok baik aktif dan pasif, minum minuman beralkohol, dan menggunakan obat-obatan terlarang. 

Baca Juga: 10 Manfaat Pare untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya yang Perlu Diwaspadai

4. Bahaya lingkungan

Bahaya lingkungan juga menjadi penyebab keguguran yang paling sering terjadi. Selain perokok pasif, zat-zat tertentu di lingkungan rumah atau di tempat kerja dapat membahayakan kehamilan. Hal tersebut di antaranya:

  • Timbal di pipa air tua atau cat di rumah yang dibangun sebelum 1978
  • Merkuri dilepaskan dari termometer rusak atau bola lampu fluorescent
  • Pelarut seperti pengencer cat, penghilang minyak, dan penghilang noda dan pernis
  • Pestisida untuk membunuh serangga atau hewan pengerat
  • Arsenik ditemukan di dekat lokasi limbah atau di air 

Baca Juga: Yuk Cek! 6 Manfaat Buah Alpukat Untuk Kesehatan Tubuh

Penyebab keguguran yang paling sering terjadi

5. Obat-obatan 

Obat-obatan juga bisa menjadi salah satu penyebab keguguran yang paling sering terjadi. Beberapa resep dan obat bebas dapat meningkatkan kemungkinan keguguran, termasuk:

  • Misoprostol digunakan untuk kondisi seperti tukak lambung dan rheumatoid arthritis
  • Methotrexate, obat untuk rheumatoid arthritis
  • Retinoid, biasa ditemui diobat seperti eksim dan jerawat
  • Obat anti inflamasi non steroid (NSAID) untuk nyeri dan peradangan

Baca Juga: Bikin Iritasi Gusi, Ini Efek Samping Daun Sirih

6. Keracunan makanan

Beberapa jenis keracunan makanan selama kehamilan dapat menjadi penyebab kegugurun, di antaranya:

  • Listeriosis, biasanya ditemukan dalam keju lunak yang tidak dipasteurisasi dan makanan laut mentah atau setengah matang.
  • Salmonella, biasanya ditemukan pada telur mentah atau setengah matang.
  • Toksoplasmosis, paling sering disebabkan oleh makan daging mentah yang terinfeksi. 

Beberapa penyakit keracunan makanan, termasuk listeriosis dan toksoplasmosis, dapat menginfeksi bayi yang belum lahir.

Baca Juga: Bikin Iritasi Gusi, Ini Efek Samping Daun Sirih

Cara mencegah keguguran

Penyebab keguguran yang paling sering terjadi

Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah keguguran, ibu hamil dapat mengambil langkah-langkah ini untuk membantu memastikan kehamilan yang sehat dan mencegah risiko terjadinya keguguran:

  • Lakukan pemeriksaan pra-konsepsi.
  • Lakukan kunjungan prenatal secara teratur agar dokter dapat membantu mencegah dan menangani masalah apa pun sejak dini. 
  • Prioritaskan penanganan masalah kesehatan yang ada. 
  • Batasi kebiasaan gaya hidup yang berbahaya. 
  • Jika memang tinggal di lingkungan yang berisiko terpapar zat-zat berbahaya maka tanyakan kepada dokter atau bidan cara untuk melindungi diri dan janin dari risiko paparan tersebut. 
  • Konsumsi multivitamin setiap hari.
  • Batasi kafein.
  • Makan makanan yang sehat dan seimbang.
  • Hindari makanan tertentu yang bisa membawa bakteri.
  • Pertahankan berat badan yang sehat.

Itulah sejumlah penyebab keguguran yang paling sering terjadi dan pencegahan keguguran. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×