Hamil Anggur: Ciri-ciri, Penyebab, Komplikasi, dan Cara Pencegahan

Rabu, 25 Januari 2023 | 17:28 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Hamil Anggur: Ciri-ciri, Penyebab, Komplikasi, dan Cara Pencegahan

ILUSTRASI. Hamil Anggur. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.


KONTAN.CO.ID - Hamil anggur adalah komplikasi kehamilan langka yang ditandai dengan pertumbuhan abnormal trofoblas, sel yang biasanya berkembang menjadi plasenta. Hamil anggur juga dikenal sebagai kehamilan mola (mola hidatidosa). 

Hamil anggur dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk jenis kanker langka dan membutuhkan perawatan dini. Ada dua jenis hamil anggur, hamil anggur lengkap dan hamil anggur parsial. 

Pada hamil anggur lengkap, jaringan plasenta tidak normal dan membengkak dan tampak seperti kista berisi cairan. Juga tidak ada pembentukan jaringan janin.

Pada hamil anggur parsial, mungkin terdapat jaringan plasenta yang normal bersama dengan jaringan plasenta yang terbentuk secara abnormal. 

Selain itu, pada hamil anggur parsial juga kemungkinan terjadi pembentukan janin namun tidak mampu bertahan hidup, dan biasanya keguguran di awal kehamilan.

Baca Juga: Ciri-Ciri Diabetes Ini Sering Diabaikan, Cek Buah Yang Aman Untuk Penderita Diabetes

Gejala dan ciri-ciri hamil anggur

Hamil Anggur

Dirangkum dari laman Mayo Clinic, pada awalnya, hamil anggur mungkin tampak seperti kehamilan normal. Tetapi sebagian besar hamil anggur menyebabkan ciri-ciri dan gejala tertentu. Berikut gejala dan ciri-ciri hamil anggur:

  • Perdarahan vagina berwarna coklat tua sampai merah cerah selama trimester pertama
  • Mual dan muntah yang parah
  • Terkadang keluar kista atau jaringan mirip buah anggur melalui vagina
  • Tekanan atau nyeri panggul
  • Pembesaran rahim terlalu besar untuk usia kehamilan tertentu lantaran pertumbuhan rahim yang cepat
  • Tidak terasa gerakan janin
  • Tidak terdengar denyut jantung janin
  • USG akan terlihat bayangan seperti kabut, bukan janin

Baca Juga: 6 Manfaat Buah Anggur Untuk Kesehatan, Sudah Tahu?

Jika ibu hamil mengalami hal tersebut maka segera konsultasikan dengan dokter. Biasanya dokter akan mendeteksi tanda-tanda lain dari hamil anggur, seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Preeklamsia, suatu kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan protein dalam urin setelah 20 minggu kehamilan
  • Kista ovarium
  • Anemia
  • Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)

Baca Juga: 9 Manfaat Buah Pinang Untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui Orang

Penyebab hamil anggur

Hamil anggur disebabkan oleh sel telur yang dibuahi secara tidak sempurna. Sel manusia biasanya mengandung 23 pasang kromosom. Satu set kromosom di setiap pasangan berasal dari ayah, yang lainnya dari ibu.

Pada hamil anggur lengkap, sel telur yang kosong dibuahi oleh satu atau dua sperma, dan semua materi genetik berasal dari ayah. Dalam kondisi ini, kromosom dari sel telur ibu hilang atau tidak aktif dan kromosom ayah diduplikasi.

Pada hamil anggur parsial, kromosom ibu tetap ada tetapi ayah menyediakan dua set kromosom. Akibatnya, embrio memiliki 69 kromosom, bukan 46. Hal ini paling sering terjadi ketika dua sperma membuahi sel telur, menghasilkan salinan tambahan materi genetik ayah.

Baca Juga: Moms Wajib Tahu, Inilah 5 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Payudara

Komplikasi hamil anggur

Hamil anggur

Setelah hamil anggur diangkat, jaringan molar mungkin tetap ada dan terus tumbuh di dalam rahim. Hal ini disebut neoplasia trofoblas gestasional persisten (GTN). 

Hal ini terjadi pada sekitar 15 hingga 20% kehamilan mola lengkap, dan hingga 5 % kehamilan mola parsial.

Salah satu tanda GTN persisten adalah human chorionic gonadotropin (HCG) atau hormon kehamilan tetap tinggi meski kehamilan mola telah diangkat. Dalam beberapa kasus, mola hidatidosa invasif menembus jauh ke dalam lapisan tengah dinding rahim, yang menyebabkan perdarahan vagina.

GTN persisten hampir selalu berhasil diobati, paling sering dengan kemoterapi. Pilihan pengobatan lainnya adalah pengangkatan rahim (histerektomi).

Baca Juga: Ini Daftar Buah yang Dibolehkan dan Dilarang untuk Penderita Diabetes

Pencegahan hamil anggur

Jika Anda pernah mengalami hamil anggur, bicarakan dengan dokter atau bidan sebelum memutuskan untuk hamil lagi. Dokter atau bidan mungkin merekomendasikan untuk menunggu selama enam bulan hingga satu tahun sebelum mencoba hamil lagi.

Selama kehamilan berikutnya, dokter mungkin melakukan ultrasound lebih awal untuk memantau kondisi Anda dan adanya kemungkinan hamil anggur. 

Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan tes genetik prenatal, yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kehamilan anggur.

Baca Juga: 14 November Hari Diabetes Sedunia, Ini Buah Yang Cocok Penderita Diabetes

Faktor risiko hamil anggur

Sekitar 1 dari setiap 1.000 kehamilan didiagnosis sebagai kehamilan anggur. Berbagai faktor risiko hamil anggur, antara lain:

  • Usia ibu: Hamil anggur lebih mungkin terjadi pada wanita yang berusia lebih dari 35 tahun atau lebih muda dari 20 tahun.
  • Kehamilan anggur sebelumnya: Jika Anda pernah mengalami hamil anggur, kemungkinan besar akan mengalami kehamilan anggur lagi. Kehamilan anggur berulang terjadi, rata-rata pada 1 dari setiap 100 wanita.

Selanjutnya: Pemerintah Siap Hadapi Gugatan Judicial Review Perppu Cipta Kerja di MK

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru