Kesehatan Umum

5 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan, Jangan Terlambat Mendeteksi

Kamis, 24 November 2022 | 09:36 WIB Sumber: Kompas.com
5 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan, Jangan Terlambat Mendeteksi

ILUSTRASI. Gejala awal diabetes yang sering diremehkan antara lain penurunan berat badan meski banyak makan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengenali gejala awal diabetes mempermudah penyembuhan penyakit tersebut. Sayangnya, banyak orang mengabaikan gejala awal diabetes, sehingga kadar gula terlanjur tinggi saat penyakit itu datang.

Diabetes adalah kondisi kesehatan serius di mana gula darah penderitanya terlalu tinggi untuk diproses oleh tubuh. Gula darah tersebut akan mengendap di aliran darah dan seiring berjalannya waktu dapat menimbulkan komplikasi, seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, hingga kehilangan pengelihatan.

Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), sebanyak 34,2 juta orang di Amerika memiliki diabetes dan hampir 21,4 persennya tidak terdiagnosa. CDC juga memprediksi 88 juta orang Amerika berada pada kondisi prediabetes yakni kondisi di mana tingkat gula darah naik namun belum sampai ke tahap diabetes.

Hal lainnya yang menjadi perhatian adalah data bahwa lebih dari 84 persen orang dengan prediabetes tidak menyadari gejala awal diabetes. Meskipun data ini menujukkan kondisi diabetes di Amerika, namun kita bisa mengambil pelajaran bahwa kondisi prediabetes sering kali tidak disadari.

Faktanya, kita mungkin tidak menyadari gejala awal diabetes karena beberapa di antaranya samar dan tidak spesifik. Apalagi pada prediabetes, kita mungkin tidak merasakan gejala apapun.

Baca juga: 10 Makanan terbaik untuk mengontrol diabetes

Jika kita sudah memiliki faktor risiko seperti memiliki berat badan berlebih, kurang olahraga, berusia 45 tahun ke atas, atau memiliki riwayat keluarga memiliki diabetes, berikut gejala awal diabetes yang sering terabaikan dan perlu kita kenali:

1. Kelelahan

Gejala awal diabetes yang sering diabaikan adalah kelelahan. Melansir Keck Medicine of USC, untuk mengubah makanan menjadi bahan bakar, tubuh akan memecah apa yang kita makan menjadi glukosa yang digunakan untuk menghasilkan energi. Untuk membantu tubuh menggunakan glukosa, pankreas akan menghasilkan hormon yang disebut insulin.

Namun pada penderita diabetes, tubuh akan menolak insulin. Artinya, tubuh tidak bisa menyerap glukosa dan memiliki lebih sedikit energi sehingga menimbulkan perasaan kelelahan.

2. Hilang penglihatan

Diabetes dapat menyebabkan gangguan penglihatan karena gula darah tinggi memengaruhi kadar cairan di mata yang membuatnya membengkak dan menyebabkan kita sulit fokus. Seiring berjalannya waktu, pembuluh darah di retina bisa rusak dan bisa menyebabkan masalah mata permanen. Oleh karena itu, waspadai penurunan kemampuan penglihatan karena bisa jadi sebagai salah satu gejala awal diabetes.

Menurut National Eye Institute, kehilangan penglihatan terkait diabetes adalah penyebab utama kebutaan di kelompok orang dewasa. Jika mengalami salah satu dari gejala diabetes ini, segera temui dokter untuk mengetahuu apakah kita harus memeriksakan kadar glukosa dengan tes darah sederhana.

3. Haus dan lebih sering buang air kecil

Gejala awal diabetes yang sering diabaikan lainnya adalah sering merasa haus dan sering buang air kecil. Ketika tubuh tidak menyerap jumlah glukosa dengan tepat, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaringnya. Kondisi ini menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak air seni dan membuat kita lebih sering pergi ke kamar kecil.

Ketika kita minum untuk menghilangkan rasa haus, kita harus buang air kecil, yang pada akhirnya menciptakan lingkaran setan. "Ketika kadar gula dalam darah menjadi terlalu tinggi, beberapa kelebihan gula tumpah ke urine yang dibuat oleh ginjal dan air akan ikut," kata ahli endokrinologi dari Keck Medicine dari USC dan asisten klinis profesor kedokteran dari Keck School of Medicine of USC, Braden Barnett, MD.

"Hal ini menyebabkan peningkatan buang air kecil dan air serta gula yang keluar dari tubuh dalam urine menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi."

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru