kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

5 Cara Mengontrol Kadar Asam Urat Agar Tetap Normal, Tak Perlu Obat Kimia


Selasa, 14 Maret 2023 / 08:08 WIB
5 Cara Mengontrol Kadar Asam Urat Agar Tetap Normal, Tak Perlu Obat Kimia
ILUSTRASI. Asam urat merupakan produk limbah alami dari purin. Zat purin biasanya ditemukan dalam kadar tinggi di beberapa makanan.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat penyakit asam urat kambuh, tentunya hal tersebut sangat mengganggu. Asam urat merupakan produk limbah alami dari purin. Zat purin biasanya ditemukan dalam kadar tinggi di beberapa makanan. 

Sejumlah makanan yang kaya akan purin adalah daging, sarden, jeroan, kacang kering, dan bir. Purin yang dipecah dalam tubuh akan menghasilkan asam urat yang kemudian disaring oleh ginjal dan dikeluarkan melalui urine. 

Jika kadar purin dalam tubuh terlalu banyak atau tubuh tidak mampu membuang limbah purin dengan cepat, asam urat akan menumpuk dalam darah. 

Dilansir dari Healthline, 11 Maret 2019, asam urat yang tinggi atau hiperurisemia dapat menyebabkan penyakit asam urat. 

Penyakit asam urat mengakibatkan nyeri sendi akibat adanya kristal asam urat yang menumpuk. 

Baca Juga: Bisa jadi obat herbal ginjal, Anda bisa manfaatkan 5 makanan ini

Di samping itu, gangguan kesehatan tertentu juga dapat membuat kadar asam urat tinggi, yakni penyakit ginjal, diabetes mellitus, hipotiroidisme, beberapa jenis kanker, dan psoriasi. 

Cara menurunkan asam urat tinggi 

Mengontrol asam urat agar tetap dalam kadar normal penting untuk mencegah menurunkan risiko penyakit asam urat. 

Dilansir dari Medical News Today, 29 Mei 2019, berikut adalah cara menurunkan asam urat tinggi tanpa obat. 

Baca Juga: Mudah dibuat sendiri! Ini minuman herbal penurun asam urat tinggi

1. Batasi makanan kaya purin 

Sebenarnya, beberapa makanan yang tinggi purin dapat menyehatkan tubuh sehingga tujuannya adalah membatasi, alih-alih menghindari. 

Adapun makanan yang kaya purin di antaranya adalah sarden, ikan herring, ikan teri, remis, bir, produk susu, daging merah, jeroan, serta makanan dan minuman manis. 

Sementara itu, makanan dengan kandungan purin sedang meliputi unggas, tiram, udang, kepiting, dan lobster. 

Baca Juga: Drummer Rolling Stones Charlie Watts meninggal, musisi dunia berduka

2. Konsumsi makanan rendah purin 

Selagi membatasi makanan kaya purin, asupan makanan rendah purin juga perlu ditingkatkan. Beberapa makanan dengan kandungan purin rendah adalah produk susu rendah lemak, selai kacang, buah, sayur, kopi, roti, dan kentang. 

Perlu dicatat bahwa perubahan pola makan tidak akan menghilangkan asam urat, ia hanya mencegah kadar asam urat tinggi. 

3. Menjaga berat badan ideal 

Memiliki berat badan yang ideal dan sehat dapat membantu mengurangi risiko penyakit asam urat. Selain itu, kelebihan berat badan juga dapat meningkatkan tekanan darah dan kolesterol yang sekaligus meningkatkan risiko penyakit jantung. 

Fokuslah menjaga berat badan yang sehat untuk jangka panjang dengan lebih aktif berolahraga, konsumsi makanan seimbang, dan memilih makanan padat nutrisi. 

Baca Juga: 5 Makanan ini bisa Anda jadikan obat herbal ginjal, lo

4. Hindari alkohol dan minuman manis 

Konsumsi alkohol dan minuman manis yang berlebihan, seperti soda dan jus buah, berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat. 

Alkohol dan minuman manis juga menambah kalori yang tidak perlu ke dalam makanan sehingga berpotensi menaikkan berat badan. 

Baca Juga: Bersifat sangat asam, amankah nanas dikonsumsi penderita asam lambung?

5. Minum kopi 

Beberapa penelitian menunjukkan, orang yang minum kopi memiliki risiko lebih kecil terserang penyakit asam urat. Wanita yang mengonsumsi 1-3 cangkir kopi per hari memiliki penurunan 22 persen risiko asam urat dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Cara Menurunkan Asam Urat Tinggi Tanpa Obat"
Penulis : Lulu Lukyani
Editor : Lulu Lukyani

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×