kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

4 Penyebab radang tenggorokan yang perlu diwaspadai


Senin, 24 Agustus 2020 / 12:22 WIB
ILUSTRASI. Radang tenggorokan menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga perlu diwaspadai.


Penulis: Belladina Biananda

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Radang tenggorokan adalah penyakit yang menyebabkan rasa gatal, kering, dan sakit pada tenggorokan. Radang tenggorokan bisa dikarenakan infeksi atau kondisi lingkungan, seperti udara kering. Meski terasa tidak nyaman, sebagian besar radang tenggorokan bisa hilang seiring berjalannya waktu.

Mengutip dari Healthline (healthline.com), radang tenggorokan dibedakan menjadi tiga macam. Parangitis adalah radang tenggorokan yang terjadi di bagian belakang mulut. Tonsilitis atau radang amandel. Laringitis adalah radang tenggorokan pada bagian laring.

Selain menimbulkan rasa gatal dan kering, radang tenggorokan juga memunculkan sensasi terbakar dan iritasi. Radang tenggorokan terasa semakin sakit saat Anda menelan atau berbicara.

Gejala radang tenggorokan bisa lebih parah, seperti hidung berair, batuk, demam, pusing dan kehilangan nafsu makan. Healthline menyebutkan ada beberapa gejala radang tenggorokan yang sebaiknya Anda ketahui. Tujuannya agar pengobatan bisa lebih efektif.

Baca Juga: Radang usus buntu: penyebab, gejala, dan cara mengobatinya

Infeksi Virus

Healthline menyebutkan bahwa 90% radang tenggorokan disebabkan karena infeki virus. Beberapa jenis virus yang bisa jadi penyebab radang tenggorokan adalah flu, mononucleusis (infeksi penyakit yang bertransmisi melalui air liur), mumps (infeksi pada kelenjar ludah).




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×