kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

3 Jenis Operasi untuk Asam Urat, Kapan Penderitanya Harus Operasi?


Jumat, 24 Februari 2023 / 04:14 WIB
3 Jenis Operasi untuk Asam Urat, Kapan Penderitanya Harus Operasi?
ILUSTRASI. Operasi atau pembedahan umumnya menjadi pilihan terakhir dalam pengobatan penyakit asam urat.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Selain itu, penderita asam urat perlu membatasi konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi.  

Hal ini penting karena asam urat dapat terbentuk dari hasil metabolisme zat purin dari makanan. 

Sekitar 20 persen asam urat di tubuh bahkan diperkirakan terbentuk dari purin yang tertelan dari makanan atau minuman. Makanan yang mengandung purin dalam jumlah tinggi meliputi: 

  • Daging organ atau jeroan, seperti hati, ginjal, jantung 
  • Remis, scallop, herring, ikan sarden, salmon, trout, dan teri 
  • Ragi 
  • Daging angsa, kalkun, bacon, dan burung pegar 

Sayangnya, tidak semua orang mampu mengendalikan asam urat dengan perawatan yang disebutkan di atas. 

Baca Juga: Agar asam urat tidak kumat, pilih menu sarapan ini

Dalam beberapa kasus, serangan asam urat kronis dapat sangat merusak lapisan sendi. 
Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang signifikan atau keterbatasan rentang gerak dan menyebabkan: 

  • Infeksi 
  • Ulserasi (lesi) di kulit 
  • Kompresi saraf di daerah tersebut 

Pada setiap situasi ini, intervensi bedah mungkin diperlukan. 

Baca Juga: Ini menu sarapan yang oke agar penyakit asam urat tidak menyerang


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×