13 Gejala penyakit jantung yang terkadang tak disadari pengidapnya

Senin, 22 Maret 2021 | 09:55 WIB Sumber: Kompas.com
13 Gejala penyakit jantung yang terkadang tak disadari pengidapnya

ILUSTRASI. Tanda-tanda penyakit jantung terkadang mirip dengan masuk angin, gangguan pencernaan, atau masalah pernapasan. Alhasil, banyak orang tidak menyadari dirinya tengah mengalami gejala penyakit jantung. REUTERS/Fabrizio Bensch

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tanda-tanda penyakit jantung terkadang mirip dengan masuk angin, gangguan pencernaan, atau masalah pernapasan. Alhasil, banyak orang tidak menyadari dirinya tengah mengalami gejala penyakit jantung. 

Berikut beberapa gejala penyakit jantung yang kerap tidak disadari para pengidapnya: 

1. Rasa tidak nyaman di dada 

Melansir WebMD, tidak semua penderita penyakit jantung mengalami sakit dada hebat sampai pingsan. Selain nyeri, rasa tidak nyaman di dada yang jadi ciri-ciri penyakit jantung juga bisa berupa rasa sesak, dada rasanya seperti ditekan, dicubit, terhimpit, atau terasa panas. 

Rasa tidak nyaman di dada terkait penyakit jantung umumnya berlangsung lama dan muncul selama beberapa menit. 

Baca Juga: Manfaat daun sirih merah untuk kesehatan: mengobati diabetes sampai radang mata

Gejala penyakit jantung ini bisa muncul secara tiba-tiba, baik saat sedang istirahat atau sedang beraktivitas. 

Jika rasa tidak nyaman di dada hanya berlangsung singkat dan sembuh setelah sumbernya ditekan, bisa jadi hal itu tidak terkait penyakit jantung. 

Perlu diingat, wanita biasanya tidak mengalami sakit dada saat terkena penyakit jantung. 

2. Nyeri sampai ke lengan 

Selain rasa tidak nyaman di dada, gejala penyakit jantung lainnya adalah rasa nyeri yang menjalar ke lengan sampai sebagian tubuh sebelah kiri. 

Rasa nyeri dan tidak nyaman dari dada ini umumnya paling kentara menjalar ke lengan. 

Baca Juga: 5 Khasiat jahe merah, bisa menjaga kesehatan jantung

3. Sakit menjalar ke bagian rahang atau punggung 

Sakit di bagian tenggorokan atau rahang biasanya terkait nyeri otot, gangguan sinus, atau flu. Tapi, rasa tidak nyaman di bagian dada yang menjalar ke tenggorokan, rahang, sampai ke punggung bisa jadi gejala serangan jantung. 

Kondisi ini termasuk darurat kesehatan. Segera bawa penderita ke rumah sakit untuk memastikan semuanya baik-baik saja. 

4. Detak jantung kerap tidak teratur atau cepat   

Dilansir dari British Heart Foundation, detak jantung yang tidak teratur atau terlalu cepat juga bisa jadi tanda penyakit jantung. 

Selama ini banyak orang tidak memperhatikan detak jantungnya dan hanya mengukur tekanan darahnya. Jika jantung kerap berdebar kencang atau tidak beraturan, saatnya waspada dan lakukan pemeriksaan ke dokter. 

5. Sakit perut atau gangguan pencernaan 

Banyak penderita penyakit jantung yang merasakan tanda mirip gangguan pencernaan seperti rasa panas dan sakit di dada atau perut bagian atas (heartburn). 

Hal itu disebabkan letak jantung, tenggorokan, dan perut posisinya saling berdekatan. Jika ada gangguan pencernaan disertai gejala penyakit jantung lainnya, segera periksakan diri ke dokter. 

Baca Juga: 5 Gaya hidup sehat untuk mencegah serangan asam urat

6. Pusing dan pening 

Kepala pusing dan pening biasanya muncul karena badan kehilangan keseimbangan atau lemas. Penyebab pusing dan pening lainnya juga bisa berasal dari kurang asupan makanan atau minuman tertentu. 

Selain itu, kepala juga bisa pusing dan pening ketika seseorang tiba-tiba berdiri atau beranjak dari posisi tidur dan berdiri. 

Tapi, Anda perlu waspada apabila kepala tiba-tiba pusing dan pening disertai rasa tidak nyaman di dada dan gejala penyakit jantung lainnya. 

Baca Juga: 7 Manfaat daun sirih merah untuk kesehatan

Hal itu bisa berarti tekanan darah turun karena jantung tidak dapat memompa darah dengan normal. 

7. Gampang lelah 

Gangguan jantung dapat membuat penderitanya mudah lelah atau kehabisan napas, padahal tidak melakukan sesuatu yang berat. 

Misalkan naik anak tangga, membawa barang dari dalam rumah ke kendaraan, atau jalan kaki agak jauh. 
Perubahan fisik gampang lelah ini biasanya tanpa sebab jelas dan terasa ekstrem selama beberapa hari. Gejala penyakit jantung mudah lelah ini biasanya dialami wanita. 

8. Mendengkur 

Mendengkur adalah sesuatu yang wajar saat tidur. Tapi, waspadai dengkuran yang sangat keras dan sesekali terengah-engah atau tersedak. Hal itu bisa jadi tanda tubuh berhenti bernapas sejenak saat tidur. Kondisi ini bisa memberikan tekanan ekstra pada jantung. 

Baca Juga: Waspada! Siapa pun berpotensi alami long Covid-19, ini penjelasannya

9. Kerap berkeringat dingin 

Keluarnya keringat dingin tanpa sebab jelas juga bisa jadi gejala penyakit jantung. Hati-hati saat keringat dingin kerap keluar disertai gejala lain di atas. Jangan tunda lagi untuk berkonsultasi ke dokter. 

10. Batuk 

Ciri-ciri batuk pada penyakit jantung biasanya berlangsung dalam waktu yang lama. Selain itu, batuk pada penyakit jantung juga disertai keluarnya lendir berwarna putih atau merah muda. 

Kondisi ini disebabkan jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dan darah merembes kembali ke paru-paru. 

11. Kaki bengkak 

Ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan kecepatan yang biasanya, darah bisa kembali ke pembuluh darah. Hal itu membuat ginjal sulit mengeluarkan air dan natrium berlebih dari tubuh. 

Dampaknya, beberapa bagian tubuh terutama bagian bawah seperti kaki jadi bengkak. 

12. Tersedak 

Terkadang, rasa sesak napas dan sakit dada yang dirasakan penderita penyakit jantung sampai membuat tersedak. Rasa tersedak ini muncul dari tekanan di dekat tenggorokan. 

Jika Anda merasakan tersedak dan gejala penyakit jantung lain, segera hubungi dokter. 

13. Tidak enak badan 

Tanda penyakit jantung lainnya yang kerap tidak disadari adalah rasa tidak enak badan. Rasa tidak badan ini mulanya muncul dari nyeri dada atau mual seperti saat masuk angin. 

Bedanya, tidak enak badan pada penyakit jantung kerap muncul tiba-tiba dan tanpa penyebab jelas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "13 Gejala Penyakit Jantung yang Kerap Tidak Disadari Pengidapnya"
Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah

 

Selanjutnya: ​Inilah posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil

 

Halaman   1 2 3 4 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru