Penyakit Menular

WHO peringatkan fase bahaya pandemi corona, ini kata epidemiolog

Minggu, 21 Juni 2020 | 20:44 WIB Sumber: Kompas.com
WHO peringatkan fase bahaya pandemi corona, ini kata epidemiolog

ILUSTRASI. A logo is pictured outside a building of the World Health Organization (WHO) during an executive board meeting on update on the coronavirus outbreak, in Geneva, Switzerland, February 6, 2020. REUTERS/Denis Balibouse

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan fase baru dan berbahaya dari pandemi corona virus seiring laju infeksi di sejumlah negara yang tergolong masih tinggi. Walaupun peningkatan kasus terbilang masif, namun sejumlah negara telah melonggarkan pembatasan di sektor ekonomi. 

Melansir nytimes, di Florida, Oklahoma, Carolina Selatan dan Arizona, jumlah harian kasus virus corona baru mencapai tingkat tertinggi pandemi pada minggu ini. Texas telah mengalami dua kali lipat kasus yang diketahui dalam sebulan terakhir, menjadi negara keenam yang melampaui 100.000 kasus. 

Baca Juga: Ini kata industri farmasi soal super tax deduction untuk pengembangan vaksin corona

Sebanyak 81 negara telah melihat pertumbuhan dalam kasus baru selama dua minggu terakhir dan hanya 36 negara yang mengalami penurunan. 

”Dunia kini dalam fase yang baru dan berbahaya. Banyak orang yang sudah bosan berada di rumah, tapi virus korona masih menyebar dengan cepat,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam jumpa pers virtual seperti dikutip dari Kompas.id (21/6).  

Sementara itu, orang-orang sudah merasa jenuh berada di rumah masing-masing setelah berbulan-bulan pandemi berlangsung. "Banyak orang yang merasa muak berada di rumah. Negara-negara sangat bersemangat untuk membuka ekonomi mereka tapi virusnya masih cepat menyebar," kata Tedros. 

"Itu masih mematikan dan kebanyakan orang masih rentan," lanjut dia. 

Baca Juga: Menko Airlangga: Pandemi mendorong perubahan pola konsumsi ke arah digital

Di seluruh dunia, risiko berlipat ganda ketika negara-negara membuka kembali ekonomi mereka. Tedros menyadari bahwa berbagai kebijakan untuk menghentikan penyebaran virus korona telah membuat lumpuh ekonomi. Namun WHO terus mengingatkan agar masyarakat tidak menyerah untuk tetap berada di rumah. 

Hingga Minggu sore (21/6), mengutip update Worldometers, ada 8,9 juta kasus infeksi di dunia. Sebanyak 467.155 orang meninggal dunia.  

Indonesia sendiri melaporkan update kasus harian pada Minggu sebanyak 862 kasus baru sehingga total infeksi sebanyak 45.891 kasus. Sedangkan total korban meninggal di Indonesia berjumlah 2.465 orang. Indonesia berada di peringkat 1 Asia Tenggara dan 29 dunia terdampak Covid-19.  

Editor: Tendi Mahadi


Terbaru