kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.154   -20,00   -0,11%
  • IDX 4.861   -43,35   -0,88%
  • KOMPAS100 623   -5,97   -0,95%
  • LQ45 496   -1,10   -0,22%
  • ISSI 161   -2,65   -1,62%
  • IDX30 280   0,03   0,01%
  • IDXHIDIV20 378   0,27   0,07%
  • IDX80 72   -0,63   -0,86%
  • IDXV30 105   -0,64   -0,61%
  • IDXQ30 94   0,30   0,32%

Waspadai 5 hal ini untuk mencegah obesitas


Rabu, 16 September 2020 / 13:58 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi kegemukan; obesitas; obesity; overweight; over weight; gendut. Foto Dok Shutterstock


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

Riset menunjukan kurang tidur bisa memicu bertambahnya berat badan dan mengembangkan obesitas. Salah satu riset yang membuktikan hal tersebut adalah penelitian yang dilakukan di Inggris pada tahun 1977 hingga 2012.

Dalam riset tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa kurang tidur bisa meningkatkan risiko obesitas secara signifikan di kalangan orang dewasa dan anak-anak.

Pasalnya, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan.Kurang tidur yang menurunkan produksi leptin yang bertugas menekan nafsu makan.

 

Baca Juga: 5 Daftar minuman dan makanan penyebab kanker usus

4. Konsumsi obat tertentu

Riset 2015 yang diterbitkan dalam he Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism membuktikan beberapa jenis obat tertentu bisa memicu kenaikan berat badan.

Berikut berbagai jenis obat yang telah terbukti memicu kenaikan berat badan:

  • antipsikotik atipikal, terutama olanzapine, quetiapine, dan risperidone
  • antikonvulsan dan penstabil suasana hati, khususnya gabapentin
  • obat hipoglikemik, seperti t olbutamide
  • glukokortikoid yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis
  • beberapa jenis antidepresan.

Itu sebabnya, kita harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tertentu.

 




TERBARU
Terpopuler
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×