Penyakit Menular

Waspada! Wanita menopause lebih beresiko terkena penyakit corona

Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:09 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Waspada! Wanita menopause lebih beresiko terkena penyakit corona

ILUSTRASI. Penelitian menyebutkan bahwa wanita menopause lebih beresiko mengalami penyakit Corona. Sumber foto : buzzfeed.com

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Semua pihak masih berusaha untuk memutus rantai penyebaran virus corona dengan melakukan berbagai pencegahan. Bagi wanita menopause, perlu melakukan pencegahan yang lebih ekstra karena memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit corona.

Bersumber dari Daily Mail (dailymail.co.uk), sebuah penelitian menunjukkan bahwa level oestrogen tinggi mampu melawan Virus Corona. Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti dari King’s College London dengan melibatkan sekitar 600 ribu wanita Inggris.

Baca Juga: Virus Corona bisa sebabkan kerusakan otak? Ini laporannya

Menggunakan aplikasi Covid Symptom Study, wanita yang terlibat dalam penelitian melaporkan kondisi setiap hari, termasuk gejala penyakit Corona dan hasil tes. Hasilnya, 22% wanita menopause lebih sering mengalami gejala penyakit Corona daripada wanita yang masih menstruasi.

Wanita menopause juga lebih banyak dirawat di rumah sakit dan membutuhkan bantuan alat pernapasan. Hal itu mengindikasi bahwa mereka mengalami penyakit Corona yang cukup parah. Penelitian juga menemukan bahwa HRT (obat yang mengandung oestrogen buatan untuk meredakan gejala menopause) dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Data menunjukkan bahwa HRT mampu meringankan penyakit Corona pada wanita menopause. Wanita yang mengonsumsi obat kontrasepsi dengan kandungan oestrogen juga mengalami gejala penyakit corona yang lebih ringan daripada yang tidak mengonsumsi.

Oestrogen adalah hormon seks yang bertanggung jawab untuk perkembangan dan regulasi sistem reproduksi wanita. Menurunnya jumlah oestrogen bisa mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang.

Baca Juga: Obat iritasi kulit bayi, perlu diperhatikan agar kondisi tidak semakin parah

Dalam Daily Mail disebutkan, semakin banyak gejala penyakit corona yang dilaporkan, semakin parah pula penyakit itu dirasakan oleh penderita. Penelitian itu diukur dengan apakah pasien membutuhkan perawatan rumah sakit atau membutuhkan bantuan alat pernapasan.

Sekitar 4% wanita menopause butuh dirawat di rumah sakit dan 60% membutuhkan alat bantu pernapasan daripada wanita yang masih menstruasi. Namun, para peneliti mengakui bahwa hasil tersebut tidak dipublikasikan dalam jurnal medis karena tidak ada perbedaan yang signifikan.

Editor: Belladina Biananda


Terbaru