kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Waspada, hipertensi bisa menjadi penyebab utama gagal ginjal kronis


Jumat, 18 Oktober 2019 / 13:20 WIB
Waspada, hipertensi bisa menjadi penyebab utama gagal ginjal kronis
ILUSTRASI. Hipertensi bisa menjadi penyebab utama gagal ginjal kronis.


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hipertensi dapat menjadi penyebab risiko kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, mata, pembuluh darah besar (aorta) dan pembuluh darah tepi yang bisa mengakibatkan kecacatan dan kematian. 

Di Indonesia dengan jumlah penduduk 265 juta orang, prevalensi hipertensi meningkat 34,1% pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2013 sebesar 27,8%. 

Baca Juga: Jatuh dari sepeda motor, Presiden Filipina Rodrigo Duterte terluka

Data Indonesian Renal Registry (IRR) tahun 2017 menunjukkan bahwa hipertensi menjadi penyebab utama gagal ginjal sehingga harus menjalani cuci darah (dialisis). 

Padahal ginjal adalah alat vital yang dibutuhkan manusia untuk menjalani kehidupan sehari-hari, karena berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. 

Dikatakan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI/InaSH), Dr Tunggul D Situmorang SpPD-KGH FINASIM, hipertensi yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko penyakit ginjal kronik (PGK). 

“Penyakit ginjal yang kronik juga dapat memperburuk hipertensi yang tidak terkontrol, karena ekspansi volume dan peningkatan resistensi perifer pembuluh darah dalam tubuh,” kata Tunggul di Jakarta, Kamis (17/10). 

Baca Juga: Tekan kontribusi penjualan obat, Indofarma (INAF) fokus bisnis alat kesehatan

Selain itu kedua penyakit ini memiliki keterkaitan. Di satu sisi hipertensi bisa menjadi penyebab PGK terjadi. Sebaliknya, hipertensi bisa menjadi akibat dari PGK terjadi di dalam tubuh seseorang. 




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×