Varian baru makin menyebar, ini 25 gejala virus corona mengacu WHO

Rabu, 16 Juni 2021 | 23:30 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Varian baru makin menyebar, ini 25 gejala virus corona mengacu WHO

KONTAN.CO.ID - Kasus Covid-19 di Indonesia melonjak, menyusul varian baru virus corona yang semakin menyebar. Masyarakat harus semakin waspada, termasuk dengan mengenali gejala virus corona.

Varian baru virus corona yang lebih menular berada di balik lonjakan kasus di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Kudus di Jawa Tengah dan Jakarta. 

Varian baru yang dominan terutama B.1.617.2 atau varian Delta yang pertama kali ditemukan di India dan varian B.1.1.7 atawa Alpha yang pertama diidentifikasi di Inggris.

Mengacu data WHO dalam Pembaruan Epidemiologis Mingguan tentang COVID-19 yang terbit Selasa (15/6), sepanjang pekan lalu, jumlah infeksi di Indonesia mencapai 55.320.

Angka itu melonjak 37% dibanding kasus pekan sebelumnya sebanyak 40.280. Dan, membawa Indonesia masuk 10 besar negara dengan kasus tertinggi di minggu kedua Juni 2021.

Baca Juga: Melonjak, Indonesia masuk 10 besar negara dengan kasus mingguan Covid-19 tertinggi

Jelas, masyarakat harus semakin waspada dengan peningkatan kasus tersebut, termasuk dengan mengenali gejala virus corona. Melansir situs resmi WHO, berikut gejala virus corona baru:

Gejala virus corona yang paling umum:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Kelelahan

Gejala virus corona yang kurang umum dan bisa memengaruhi beberapa pasien:

  • Kehilangan rasa atau bau
  • Hidung tersumbat
  • Konjungtivitis (juga dikenal sebagai mata merah)
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau sendi
  • Berbagai jenis ruam kulit
  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Menggigil atau pusing 

Baca Juga: WHO mengingatkan, vaksin saja tidak akan mengakhiri pandemi virus corona

Gejala virus corona yang parah:

  • Sesak napas
  • Kehilangan selera makan
  • Kebingungan
  • Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada
  • Temperatur tinggi (di atas 38°C)

Gejala lain virus corona yang kurang umum dan gejala baru:

  • Sifat lekas marah
  • Kebingungan
  • Kesadaran berkurang (terkadang berhubungan dengan kejang)
  • Kegelisahan
  • Depresi
  • Gangguan tidur
  • Komplikasi neurologis yang lebih parah dan jarang terjadi, seperti stroke, radang otak, delirium, dan kerusakan saraf

Baca Juga: WHO: Vaksin hanyalah salah satu bagian dari puzzle, jalan masih panjang

"Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi hanya memiliki gejala ringan," sebut WHO di laman resminya.

Pada umumnya, gejala mulai muncul sekitar lima hingga enam hari setelah terjadi pajanan. "Tetapi, waktu kemunculan gejala ini dapat berkisar 1 hingga 14 hari," ungkap WHO.

WHO menekankan, orang dari segala usia yang mengalami demam dan/atau batuk yang berhubungan dengan kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri atau tekanan dada, atau kehilangan kemampuan bicara atau bergerak, harus segera mencari perawatan medis. 

"Jika memungkinkan, hubungi penyedia layanan kesehatan, hotline, atau fasilitas kesehatan terlebih dahulu, sehingga Anda dapat diarahkan ke klinik yang tepat," kata WHO.

Selanjutnya: 6 Tempat dengan risiko tinggi penularan virus corona menurut WHO

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru