kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Vaksin Covid-19, amankah untuk pasien kanker? Begini penjelasan ahli


Jumat, 26 Februari 2021 / 05:53 WIB
ILUSTRASI. Beberapa ahli menganjurkan pasien kanker yang berusia dewasa untuk melakukan vaksinasi Covid-19. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Berikut aturan dalam pemberian vaksin Covid untuk pasien kanker berdasarkan jenis perawatan: 

1. Kemoterapi 

Untuk pasien kanker yang menerima kemoterapi, Moore mengatakan tetap bisa menerima vaksinasi tanpa meninggalkan sesi kemo. 

"Tetapi karena vaksin dapat menyebabkan demam dalam 24 hingga 48 jam pertama, lebih baik menerima vaksin pada saat jumlah darah putih diperkirakan tidak akan rendah," ucap Moore. 

Demam yang terjadi saat jumlah darah rendah bisa memerlukan penanganan medis serius. Dalam beberapa kasus, penundaan vaksinasi bisa menjadi jalan terbaik sampai perawatan kemoterapi yang intensif selesi dilakukan. Misalnya, terapi induksi untuk leukimia akut. 

Baca Juga: Awas! Gejala kehilangan bau dan rasa pada pasien Covid-19 bisa bertahan 5 bulan

2. Imunoterapi 

Untuk sebagian besar pasien kanker yang menerima imunoterapi, tidak masalah melakukan vaksinasi disertai perawatan tersebut. 

3. Obat steroid 

Kortikosteroid dapat mengurangi respons terhadap vaksinasi Covid-19. Jika pasien kanker memerlukan kortikosteroid sebagai bagian dari pengobatannya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter waktu vaksinasi yang tepat. 




TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×