kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Usia 50 tahun ke atas wajib hindari 4 pola makan terlarang ini


Rabu, 01 September 2021 / 07:41 WIB
ILUSTRASI. Begitu kita memasuki usia senja, atau di atas 50 tahun, kebiasaan hidup sehat perlu lebih ditingkatkan. REUTERS/Sergio Perez TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Mohr menganjurkan setiap orang melengkapi diet dengan memakan makanan yang kaya akan serat. 

"Pertimbangkan untuk menambahkan lebih banyak buah dan sayuran, daripada makanan olahan," sebut dia. 

Selain mempertahankan rasa kenyang lebih lama, makanan berserat juga bisa membantu menjaga atau bahkan menurunkan berat badan. 

"Salah satu cara favorit saya mendapatkan serat adalah menambahkan buah ara California, sumber serat makanan yang baik, enak, dan sarat nutrisi," tambah dia. 

Sementara itu dijelaskan Rifkin, peningkatan asupan serat akan membantu peningkatan kondisi kesehatan kita secara menyeluruh. 

"Rendahnya asupan serat dapat memengaruhi pencernaan, berat badan, gula darah, dan kolesterol, jadi kita perlu memerhatikan asupan serat." 

Buah-buahan, sayuran, beras merah, gandum, roti gandum, dan kacang-kacangan adalah segelintir makanan berserat yang bisa kita pertimbangkan sebagai menu makanan harian kita.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Pola Makan "Terlarang" bagi Usia di Atas 50 Tahun"
Penulis : Gading Perkasa
Editor : Glori K. Wadrianto

Selanjutnya: Sebaiknya Anda kenali, ini penyebab gula darah rendah dan gula darah tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×