Penyakit Menular

Update Virus Corona: Anjing bisa mengendus infeksi virus corona

Selasa, 28 Juli 2020 | 09:30 WIB Sumber: CNBC
Update Virus Corona: Anjing bisa mengendus infeksi virus corona

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak hanya kasus positif Corona, ada banyak update virus vorona lain yang diterima masyarakat setiap hari. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti asal Jerman menunjukkan bahwa anjing bisa dipakai untuk mendeteksi virus corona, bahkan tingkat akurasinya mencapai 94%.

Baca Juga: Hati-hati terkena Penyakit Sepsis banyak menyerang ibu hamil, ini penyebabnya

Mengutip dari CNBC (cnbc.com), penelitian yang dilakukan oleh Hannover Medical School and The German Armed Forces menemukan bahwa anjing yang dilatih dengan benar bisa memiliki kemampuan membedakan sampel air liur pasien positif corona dan seseorang yang tidak terserang virus corona.

Anjing memiliki kemampuan indra penciuman 1.000 kali lebih kuat dari manusia. Sebelumnya, anjing juga bisa dimanfaatkan untuk mengendus penyakit kanker, malaria, atau infeksi lainnya.

Fakta itulah yang memotivasi para peneliti untuk menggunakan anjing sebagai pengidentifikasi Virus Corona.

Dalam penelitian itu, ada 8 anjing yang dilatih selama satu minggu untuk mengidentifikasi virus corona. Ada 1000 sampel yang diberikan secara acak, bahkan para peneliti pun tidak tahu mana sampel positif atau negatif corona yang sedang diendus oleh anjing-anjing tersebut.

Baca Juga: Bahaya bagi ibu hamil, inilah penyakit Listeriosis

Masih dari laman yang sama, profesor dari universitas yang terlibat dalam penelitian, Maren von Koeckritz-Blickwede, menyebutkan bahwa kemampuan anjing untuk mengidentifikasi Virus Corona adalah akibat proses metabolisme pasien positif corona yang benar-benar berubah.

Tak berhenti sampai di situ, penelitian akan dilanjutkan untuk melatih anjing-anjing membedakan mana sampel yang terkena virus corona dan mana yang terserang Virus Influenza.

Diharapkan cara mendeteksi infeksi virus corona seperti yang telah dilakukan dalam penelitian ini bisa diterapkan pada ruang publik lain, seperti bandara, acara olahraga, dan kegiatan lain yang mengharuskan banyak orang untuk berkumpul.

Peneliti juga berharap bahwa metode tersebut bisa menjadi cara untuk mencegah penyebaran virus corona.

Editor: Belladina Biananda


Terbaru