kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.585   -73,00   -0,41%
  • IDX 6.665   -21,23   -0,32%
  • KOMPAS100 874   -2,91   -0,33%
  • LQ45 662   -3,72   -0,56%
  • ISSI 233   -0,24   -0,10%
  • IDX30 369   -2,82   -0,76%
  • IDXHIDIV20 456   -3,03   -0,66%
  • IDX80 99   -0,46   -0,46%
  • IDXV30 127   -0,52   -0,41%
  • IDXQ30 118   -0,78   -0,66%

Turunkan prevalensi merokok, pemerintah bisa maksimalkan produk tembakau alternatif


Senin, 10 Mei 2021 / 16:10 WIB
ILUSTRASI. Pods cairan rokok elektrik / vape (e-cigarette)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Namun, Kholil mengungkapkan sebanyak 52,4% dari 930 responden belum mengetahui adanya produk tersebut yang terbukti memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok.

“Hasil temuan kami menunjukkan bahwa ada produk tembakau alternatif yang bisa mengurangi bahaya rokok. Yang paling bagus adalah berhenti merokok, namun itu tidak mudah,” tegasnya.

Agar prevalensi perokok menurun, Kholil berpendapat pemerintah harus mendukung masyarakat yang ingin pindah ke produk tembakau alternatif.

Baca Juga: Dorong kinerja, begini strategi Indonesian Tobacco (ITIC) tahun ini

“Dalam penelitian kami juga ditemukan jika seseorang mau berhenti merokok total atau secara perlahan-lahan, salah satu alternatif yang dapat membantu mereka adalah dengan menggunakan produk tembakau lain, agar mengurangi risikonya daripada merokok,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Tim peneliti dari USAHID Hifni Alifahmi menambahkan juga diperlukan adanya penyebaran informasi sekaligus edukasi mengenai dampak negatif dari konsumsi rokok.

Alasannya, strategi yang mengedepankan kata-kata maupun gambar peringatan kesehatan ternyata belum cukup efektif dalam menurunkan angka perokok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×