kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tingkat Kematian Capai 88%, Begini Cara Penularan Virus Marburg


Jumat, 07 April 2023 / 09:12 WIB
ILUSTRASI. Virus marburg adalah salah satu virus mematikan dengan tingkat kematian tinggi mencapai 88 persen.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Menurut Kementerian Kesehatan, penyakit virus marburg bisa dicegah lewat beberapa cara, yakni: 

- Gunakan pelindung diri seperti sarung tangan dan masker ketika mengunjungi gua atau tempat yang potensial menjadi habitan kelelawar buah inang virus marburg 

- Konsumsi makanan yang diolah secara matang, terutama di daerah yang menjadi wabah virus marburg 

- Hindari kontak dengan orang yang dicurigai atau sudah terinfeksi virus marburg 

- Untuk petugas kesehatan dan petugas laboratorium, upayakan selalu disiplin menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi 

- Rajin cuci tangan, terutama ketika mengunjungi seseorang yang sakit atau setelah melakukan penanganan terhadap orang yang sakit di rumah 

- Bila memungkinkan, tunda perjalanan ke wilayah yang saat ini terjadi wabah virus marburg. Bila tidak memungkinkan, perhatikan risiko dan patuhi anjuran protokol kesehatan pemerintah wilayah atau negara tujuan 

Setelah menyimak beberapa cara penularan virus marburg di atas, jangan lupa lakukan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri dari virus mematikan ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Cara Penularan Virus Marburg dan Upaya Pencegahannya"
Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×