kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Terjangkit virus corona tanpa gejala, benar-benar tak merasakan gejala?


Senin, 14 September 2020 / 23:55 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

Oleh karena itu, isolasi mandiri sangat menjadi penting, meski seseorang menderita Covid-19 tanpa gejala. Isolasi mandiri boleh dilakukan pada kondisi pasien konfirmasi tanpa gejala dan gejala ringan. 

Tetapi, jika pasien itu memiliki penyakit penyerta (komorbid), maka isolasi sebaiknya dilakukan di rumahsakit atau tempat isolasi khusus dengan pengawasan. 

Apakah seseorang yang positif Covid-19 tanpa gejala tetap perlu melakukan swab test setelah melakukan isolasi mandiri? 

“Kalau memang kapasitas PCR memungkinkan, maka lebih baik diperiksa ulang PCR nya. Tapi, kita sangat kurang kapasitasnya, maka tidak diulang,” kata dia. 

Baca Juga: Perhatikan baik-baik beda antara batuk karena Covid-19 dan batuk biasa

“Jadi, sifatnya adalah bila memang tidak memungkinkan akses ke PCR, maka boleh menggunakan klausul masa isolasi tersebut sampai selesai,” ujar Tonang. 

Penulis: Nur Rohmi Aida

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Apakah Benar-benar Tak Merasakan Gejala?"

Selanjutnya: PSBB Jakarta berlaku lagi, perhatikan 8 saran WHO berikut untuk cegah virus corona

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×