Kesehatan Umum

Tak hanya Takikardia, Jessica Iskandar juga mengidap Grav, apa itu?

Selasa, 28 Juli 2020 | 12:57 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Tak hanya Takikardia, Jessica Iskandar juga mengidap Grav, apa itu?

ILUSTRASI. Jessica Iskandar mengidap Penyakit Graves.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada Juni 2020, Jessica Iskandar dikabarkan oleh kompas.com menderita penyakit Takikardia. Tak berselang lama, tepatnya pada 27/7, kompas.com kembali memberitakan bahwa Jessica Iskandar juga mengidap Graves, penyakit autoimun di mana tubuh terlalu banyak memproduksi hormon tiroid.

Kompas.com menyebutkan, proses penyembuhan yang dilakukan oleh Jessica Iskandar masih menggunakan obat. Selama 6 bulan ke depan, obat tersebut akan membantu tubuh Jessica Iskandar untuk mengurangi produksi hormon tiroid. Jika dalam jangka waktu 6 bulan tak ada perubahan, maka harus dilakukan operasi penghancuran hormon tiroid dalam tubuh.

Baca Juga: Catat! Inilah cara menghilangkan mata panda secara alami

Hormon tiroid berpengaruh pada banyak sistem dalam tubuh sehingga Penyakit Graves akan menunjukkan gejala yang beraneka ragam. Penyakit Graves bisa diderita oleh siapa saja, tapi wanita yang berusia kurang dari 40 tahun memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena penyakit itu.

Mayo Clinic (mayoclinic.org) mengatakan bahwa Penyakit Graves disebabkan karena sistem imun tubuh yang tidak berfungsi sesuai dengan tugasnya. Biasanya, sistem imun tubuh memproduksi antibodi untuk melawan virus, bakteri, atau benda asing lainnya yang masuk dalam tubuh.

Pada Penyakit Graves, karena alasan yang belum bisa ditentukan, sistem imun tubuh justru memproduksi antibodi pada salah satu sel di kelenjar tiroid. Tiroid berfungsi untuk mengatur keluarnya hormon. Nah, antibodi dalam Penyakit Graves (throtropin receptor antibody atau TRAb) ikut melakukan tugas itu sehingga produksi hormon tiroid menjadi berlebih.

Gejala yang muncul pada penderita Penyakit Graves adalah rasa cemas, tangan dan jari mengalami tremor, sensitif terhadap suhu panas, berat badan turun, siklus menstruari berubah, mata membengkak, detak jantung tak beraturan, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Diet tanpa nasi ala Aurel Hermansyah dan Nia Ramadhani, mau tahu?

Mengutip dari Mayo Clinic, sebanyak 30% penderita Penyakit Graves menunjukkan gejala Graves’ ophthalmophaty, efek keruskan sistem imun yang menyerang otot di sekitar mata. Selain mengalami pembengkakan, mata juga terasa sakit dan gatal, warnanya menjadi merah, lebih sensitif terhadap cahaya, dan penglihatan memburuk.

Faktor Resiko Penyakit Graves

Seperti yang telah dikatakan, semua orang bisa mengalami Penyakit Graves. Namun, Mayo Clinic menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang semakin beresiko terkena Penyakit Graves. Keturunan atau riwayat kesehatan keluraga memegang peranan penting dalam pewarisan gen penyebab Penyakit Graves.

Seseorang yang memiliki penyakit autoimun lainnya, seperti diabetes tipe 1, juga lebih beresiko terkena Penyakit Graves. Stres dan kebiasaan merokok juga menjadi faktor beresiko lainnya bagi seseorang terkena penyakit tersebut.

Editor: Belladina Biananda


Terbaru