Covid-19

Tahap kedua bergulir, ini peringkat Indonesia di daftar vaksinasi sedunia

Minggu, 21 Februari 2021 | 18:07 WIB   Reporter: Thomas Hadiwinata
Tahap kedua bergulir, ini peringkat Indonesia di daftar vaksinasi sedunia

ILUSTRASI. Petugas kesehatan menyuntikkan vaksinasi COVID-19 pada warga lanjut usia (lansia) di RSUD Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (20/2/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indonesia memulai tahap kedua vaksinasi Covid-19 pada pekan ini. Mengutip data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19), jumlah vaksinasi per 20 Februari 2020 mencapai 1.956.725.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia menempati peringkat ke-21 dalam daftar pemberian vaksin per 100 orang. Mengutip data rerata jumlah orang yang telah divaksin per 100 penduduk, yang dikompilasi situs ourworldindata.org, Indonesia mendapatkan skor 0,03.

Catatan saja, situs tersebut mengumpulkan data jumlah orang yang divaksin di tiap negara dalam periode tujuh hari berjalan. Angka yang diberi untuk tiap negara mencerminkan jumlah orang yang telah mendapatkan vaksin  per 100 penduduk. Dan, situs tersebut hanya menghitung pemberian vaksin dalam satu dosis saja.

Baca Juga: Vaksin mandiri baru bisa dilakukan jika vaksinasi kelompok prioritas selesai

Berdasarkan data terbaru situs tersebut, per 20 Februari, Israel menempati peringkat pertama. Skor untuk negara tersebut adalah 1,41. Serbia menempati peringkat kedua, sedang Uni Emirat Arab berada di urutan ketiga, dengan skor masing-masing 0,93 dan 0,79.

Inggris Raya menjadi negara maju dengan peringkat tertinggi, yaitu kelima dengan skor 0,58. Sedangkan Amerika Serikat berada di posisi ketujuh dengan skor 0,45. 

Indonesia memulai tahap kedua vaksinasi pada 17 Februari silam, dengan menyasar 9.000 orang pedagang di Pasar Tanah Abang. Pedagang masuk menjadi sasaran vaksinasi di tahap kedua bersama dengan pekerja di sektor layanan publik lain. Misal, tenaga pendidik, pelaku pariwisata, pekerja transportasi publik, atlet, wartawan, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah, aparatur sipil negara, serta anggota TNI-Polri.

Selain kelompok profesi seperti yang disebut di atas, vaksinasi tahap kedua juga menyasar penduduk yang sudah berusia di atas 60 tahun. Namun, mengingat jumlah vaksin yang tersedia masih di bawah jumlah penduduk lansia yang menjadi sasaran, maka pemerintah membuat daftar prioritas penerima. 

Warga lansia yang diutamakan mendapat injeksi vaksin adalah mereka yang berada di Provinsi DKI Jakarta juga yang berada di ibukota di 33 provinsi. "Jadi selain untuk seluruh kotamadya yang ada di DKI Jakarta, vaksinasi juga dilakukan di ibukota provinsi di 33 provinsi," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-10 Siti Nadia Tarmizi.

Warga senior yang tinggal di daerah prioritas, seperti yang disebut Satgas Covid 19, bisa bisa langsung mengunjungi laman situs resmi Satgas Covid-19 berikut untuk mendaftar. Untuk mencatatkan namanya sebagai calon penerima, warga senior tinggal mengklik link yang sesuai dengan domisili yang termuat dalam kartu identitas. 

Baca Juga: Simak alasan pemerintah lakukan perpanjangan PPKM Mikro

Pemilihan Jakarta sebagai provinsi yang mendapat prioritas didasarkan atas besarnya kasus infeksi virus corona di ibukota. Mengutip data yang termuat di Satgas Covid-19, Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus infeksi terbanyak, yaitu 317.432 kasus, atau setara 25,9% dari total kasus di Indonesia.

Tak lupa Satgas Covid-19 mengingatkan bahwa program vaksinasi yang sudah bergulir hingga tahap kedua ini melengkapi penerapan protokol kesehatan, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Itu berarti, program vaksinasi bergulir dan disiplin pemberlakuan protokol kesehatan tetap dijaga. 

Masyarakat diminta untuk tetap menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Selain itu, tiap warga juga diminta untuk mengurangi mobilitas.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: 5 Minggu berturut kasus baru Covid-19 global turun, ini kata WHO

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Thomas Hadiwinata
Terbaru